Selasa, 11 Agustus 2009

Mafia Wasit Itali Pindah ke Inggris, Cing

Kejuaraan sepakbola tertinggi inggris atau yang lebih dikenal dengan sebutan Community Shield cup yang mempertemukan juara liga primer dengan juara piala carling , kali ini agak tercoreng mukanya setelah adanya keputusan-keputusan kontroversial yang dilakukan oleh para juru pengadil lapangan yang dipimpin oleh wasit Mark Riley.

Dimana pertandingan seru yang berkesudahan 2-2 dan dilanjutkan lewat drama adu penalty ini (chealsea 4-1 Mu), sempat membuat pelatih Manchester United, sir Alex ferguson kebakaran jenggot akibat keputusan wasit yang mengesahkan gol unfair lewat sontekan Frank Lampard di menit 71, yang sebelumnya salah satu pemain manchester united, Patrice Evra dijatuhkan dengan sengaja oleh Michael Ballack.

Seperti ingin membalas perlakuan tak terpuji Maichael Ballack, patrice Evra menakling keras mantan playmaker Bayern muenchen tersebut,yang pada akhirnya membuat wasit Mark Rilley harus merogoh koceknya untuk mengeluarkan kartu kuning pada menit 80.

Sebenarnya kemenangan chealsea sudah ada pada genggaman mereka yangmana sudah unggul 2-1 terlebih dahulu lewat sundulan Riccardo Carvalho di menit 53 dan Frank Lampard menit 71, setelah tertinggal dulu 1-0 dari gol yang dicetak Luis Nani pada menit 10. namun sayang, kemenangan yang sudah ada didepan mata kali ini, musnah oleh gol kontroversial Wayne Rooney di menit 90 karna tertangkap basah oleh kamera bahwa rooney berdiri dalam keadaan offside sebelum memanfaatkan umpan gelandang veteran Ryan Giggs.

Pertandingan bergengsi ini, pada akhirnya dimenangkan oleh tim asuhan mantan pelatih Ac Milan Carlo Ancelotti lewat drama adu penalti 4-1 dengan penendang gol Frank Lampard, Ballack, Drogba, dan Salomon Kalou, sementara Giggs ( gk gol), Carrick, Evra (gk gol)

Wawancara Exclusive Klaas Jan Huntelaar


Milan - Berikut adalah deklarasi Klaas Jan Huntelaar saat diwawancarai oleh Milan Channel :

"Saya sangat senang, semuanya dalam keadaan baik, dan saya akan segera di milan. saya sangat gembira sekali bermain untuk tim ini, saya ingin bermain diposisi penyerang tengah dan saya akan berusaha mencetak gol untuk tim ( Ac milan )."

Ketika dia ditanya-tanya seputar adanya kemiripan naluri striker dengan penyerang gaek milan, Filippo Inzaghi, dia menjawab " saya tahu dia, dia merupakan pemain hebat. perjalanan karirnya dengan milan sangat mengesankan. dan tentu saja saya berbeda dengan Inzaghi karana sudah pasti setiap atlet mempunyai karakternya masing-masing".

"Saya merasakan ketenangan" lanjut huntelaar. " saya tahu sepakbola dan latihan italia itu berbeda dengan spanyol,namun saya siap, saya ingin memulai latihan dan memulai petualangan baru itu sendiri.

Dan saat huntelaar ditanya tentang pemain favorit milan, dia menjawab " pemain milan favoritku ? ya. secara umum saya kagum pada para pemain milan dan mereka semua berkualitas. Andrea Pirlo ? saya senang dia tidak jadi pergi. saya pernah melihat dia bermain di ajang piala euro 2008 dan saya memahami betapa pentingnya dia bagi tim yang ia lakoni itu. Salam hangat untuk semua Fans milan, saya sangat senang."

Kemudian, setelah kedatangannya di bandara Malpensa. didepan kamera dan mikropon dia terang-terangan menyatakan bahwa " saya baru saja tiba dan saya belum tahu programnya. namun milan yang sebagai kota dan klub adalah tempat spesial untuk kami (orang-orang belanda), saya tahu van basten sangat baik, dan milan pasti memiliki musim hebat nantinya".

Sabtu, 08 Agustus 2009

Duhai Nasib…Aku Benci Kegagalan


by : Muhammad Habibie

Pagi itu terasa berat bagiku memalingkan badan tubuhku yang terlalu mengikat kuat dengan kehangatan kasur empuk yang berada didalam ruang kamar tidur. Gundukan bantal bersarung gambar logo Ac milan yang selalu menemani kelelapan tidurku, kali ini harus basah dan banjir akibat luapan air mulutku yang tidak bisa dibendung lagi. Agak sedikit bau memang, tapi lucu dan unik sekali bentuk dan lengkungan artefak air raksa yang dihasilkan mulut naga tersebut, dimana kalau ditinjau dari segi nilai artistik bisa dianggap sebuah karya yang hampir mirip dengan karya batik Pekalongan.
" apa ini ? kok lengket." Tanyaku keheranan sambil membalikkan posisi bantal bersarung yang sekarang gambar logonya telah menjadi dua, logo ase milan dan logo air liur.


Aku terlalu letih dan lemah bila disuruh membalikkan badanku yang berlemak 65 kilogram dan berbuncit. Dimana apabila rasa capekku terasa berat, maka semakin berat pula rasa malesku mendengarkan suara deringan beker yang berasal dari HandPhone . "Alarm sialan, males aku mematikanmu" bentakku dalam hati seraya tidak menyadari kalau akulah sendiri yang memasang waktu itu sedemikian pagi.


Laksana Truk tronton terguling pulas diatas pekarangan rumput yang berada disamping jalan tol, maka susah bagi diriku menerlentangkan tubuh bongsor tanpa bantuan mobil kontraktor yang bertenaga kuda ala super sumbawa .

" Apa hajatku bangun pagi-pagi begini" pikirku sambil mengingat-ingat hari jadwal masak rumah.

Tradisi masak-memasak dengan sistem jadwal piket memang sudah menjadi kewajiban dan kebiasaan tersendiri bagi penduduk rumahku, yang lebih dikenal dengan sebutan rumah Baity kahfi . Dimana jadwal harus ditepati dan dilaksanankan sesuai harinya. Dan apabila ada yang berhalangan maka dia diharuskan untuk mencari pengganti dari teman-teman Baity kahfi lain, yang kemudian nantinya dia harus menyahur untuk memasak di hari jadwal si pengganti tersebut.

" Hari ini aku free, pingin tidur puas… sampai dapat mimpi indah bernostalgia dengan cinta pertamaku yang bergigi gingsul manis itu," imbuhku sambil membayang-bayangkan skenario nostalgia yang berlabel extra jorok dan vulgar.


Di sebagian waktu, memang terkadang terjadi dalam meng-imajinasikan sesuatu, yang darinya muncul imajinasi yang lain, dan kejadian ini sering berlaku pada sistem kinerja otak imajiner-ku. Proses semacam ini apalagi kalau bukan bukti maha besarnya anugerah akal manusia yang diberikan oleh Allah subhanallah wa ta'ala yang berfungsi menjadi pengendali serta penyeimbang kehendak atau keinginan manusia. Tapi sayang seribu sayang. Dengan begitu megahnya kekuasaan Allah yang menganugerahi kekuatan imajinasi dalam otak manusia lebih-lebih daya gedor otak dari kalangan kawula muda, seringkali mereka mengalihfungsikannya menjadi rangkaian imajinasi-imajinasi kotor, jorok dan bersifat dekonstruktif. Dan salah satu contoh pelaku utamanya adalah aku.

"ah, sudah jam berapa sekarang ?" tanyaku lemas kepada teman sekamar yang telah bangun lebih duluan. " masih jam setengah sepuluh kok, masih pagi. Lanjutin terus tidurnya…". Jawabnya.

Mendengar jam sepuluh. Mataku tidak menggubris sama sekali penyampaian data informasi yang tersambung lewat kabel-kabel urat syaraf telingaku. Otakku masih aktif bekerja dan sadar akan informasi yang tersalur tersebut, namun tidak bagi syaraf mataku yang mungkin menilai kalau informasi yang dihasilkan oleh indera telinga adalah hasil penilaian yang salah. Dan mengklaim kalau hanya penilaian yang dihasilkan oleh indera mata saja yang pantas dianggap benar.

"tidur lagi aja yuk…!". Saran syaraf mataku kepada syaraf-syaraf indera lainnya yang sedang bermusyawarah aktif dalam ruang akal sanubariku. Yang tak lama kemudian mereka juga setuju dengan saran syaraf indera mata tersebut


***

Waktu bergulir dan terus bergulir sambil membawa hanyut moment pagi dan membawa datang moment siang. Sampai tak terasa aku terlelap dalam tidur panjangku yang justru membuat badanku tidak merasakan kebugaran malah sebaliknya terasa linu-linu dan pegal-pegal.

Para syaraf-syaraf inderaku sudah berkumpul di balai pertemuan akal yangmana sempat ikut terlelap bersama ragaku sebelumnya, akantetapi mereka hanya saja belum mampu membangunkan kemajemukan tubuhku. Mungkin karna ia tadi juga ikut merasakan pegal-pegal yang tak karuan akibat tidur panjang yang tidak beralasan.

"Oii.., Natijah Ushuluddin udah turun tuh…" luapan suara salah satu teman Baity kahfi yang menembus dinding-dinding kedua telingaku .
" Beneran udah turun bang…?". Tanya salah satu teman lain kepadanya.
" iya bener. Sumpah. Ni gue barusan dateng dari kuliah." Balas mahasiswa muda yang berasal dari kota Depok .

" ya Allah, natijah…". Kataku kaget sambil melonjak dari tempat tidur setelah telingaku terdengar pembicaraan tanpa kalam izin dan permisi itu.

Natijah
atau hasil ujian Al Azhar memang sudah lama dinanti-nantikan oleh mahasiwa jurusan ushuluddin universitas Al Azhar Kairo. Setelah dimana anak-anak mahasiwa jurusan lainnya sudah dapat mengetahui terlebih dahulu akan hasil kerja usahanya sebulan penuh menempuh ujian yang begitu menguras tenaga dan waktu tersebut.

Jam dinding kamar sudah menunjukkan pukul dua siang. Bergegas aku lansung mengambil sikat gigi dan odol yang biasa aku letakkan diatas lemari es berpintu dua. Setelah dua menit kemudian aku langsung sholat dhuhur dan mengikhlaskan hati sembari menengadahkan kedua tanganku dalam berkhidmat dan bermunajat kepada Allah subhanallah wa Ta'ala.


" Ya Allah. Apabila Engkau menghendaki

Hasil usahaku dalam imtihan,

maka berilah hambamu ini kenajahan."

"dan Apabila Engkau belum menghendaki

Hasil usahaku dalam imtihan,

Maka berilah hambamu ini ketabahan".


Bercelana jeans hitam namun sedikit kusam karna baru saja kering dari jemuran, dan berpakaian kemeja biru kotak-kotak tanpa semprotan parfum. Aku melangkahkan kaki demi kaki keluar kamar menuju ke kampus Al Azhar. Dan disaat tangan kananku belum sampai memutar ganggang pintu rumah, aku menemukan sedikit cekungan kebingungan yang mengganjal dalam diriku.

" aku harus optimis dan memasrahkan semuanya pada Allah". Gumamku dalam hati sambil mengepalkan kelima jariku dalam satu gugusan tangan.

" Apabila aku najah ( lulus ) maka itu semata-mata anugerah dari Allah yang harus aku syukuri, dan apabila aku rosib ( gagal ) maka itu adalah nasib akibat dari kecerobohan dalam diriku." imbuhku

" Ce-klek…." Suara ganggang pintu yang terbuka oleh tangan kananku.
Ku langkahkan kedua kaki keluar dari pintu rumah Baity Kahfi menuju ke kampus Al Azhar, seraya berkata " Bismillahirrohmanirrohim…., duhai nasib. Sungguh aku benci kegagalan. Tolong…! Kabari aku dengan kabar baikmu."


Gamie, 07 Agustus 2009

Selasa, 04 Agustus 2009

Guyonan Hurghada ( Bagian 4 )

Acara tour Ghurgada yang pertama kalinya dalam sejarah Fismaba ,akhirnya berjalan sukses dan mengesankan pada tahun ini.
Pada suatu hari terjadi perbincangan hangat antara bibit dan bibot didalam bis, seputar kesuksesan program akhir tahunan tersebut.

Bibit : Bot, acara game-nya manteb, ide kreatifnya sapa tu?
Bibot : ah jangan bilang sapa2, itu ideku.
Bibit :oh, akomodasinya jg keren, sapa tu yg nyari...?
Bibot : jngn bilang sapa2, itu aku juga yg nyari...
Bibit : wah, klo transportasi...?
bibot : jngan bilang2 sapa2, itu aku juga yg mengkoordinasi...
Bibit : oh iya bot, masalah konsumsinya kemaren juga mantab banget bro. tapi sayang bot ???...
Bibot : Ellow kenapa ??? tanya bibot sambil mengerutkan keningnya
Bibit : gak jelas pokoknya. masa' daging rendang, banyak yg diselipin di kardus aqua trus gak dibagi rata. ngomong2 itu bagiannya sapa sih ?
Bibot : Wah jangan bilang sapa2 ya, klo itu bagian aku hehehe
Bibit :we'ikss @#$%&*

Minggu, 02 Agustus 2009

Guyonan Hurghada ( Bagian 3 )

Lagi enak-enak bermain air di pinggir pantai ghurgada, cak Bibot dikejutkan oleh suara teriakan minta tolong.
Tanpa pikir panjang cak Bibot, langsung nyebur "byuuur.."

Ternyata yg minta tolong adalah dek Jaka yg lagi berjuang.
"Loh sampeyan toh cak Bot..?!..Hupp hupp..."
Tnya Jaka yg lagi megap-megap berenang sebisanya.
"Iyo Jak..." Kta cak bibot singkat.
"Loh bukannya peyan gk ahli renang, bhkan kmren smpet juga mau tenggelem? "tanya Jaka panik bukannya malah tenang.
"Lah aku reflek, spontan denger jeritanmu, hupp hulpp.." kata Cak bibot mulai megap-megap.
"Laiyo piye sih peyan iki cak. Yo wes mana pelampungnya? " Kata Jaka makin kesel plus panik.
"laiku masalahnya, pelampungnya lupa, ketinggalan" Jawab Cak Bibot sambil mulutnya keminum air laut.
"waduhh, terus gimana nasib kita cak Bot?" tnya Jaka lagi.
"Yo wess, kita teriak bareng-bareng wae yoo..." Kata ck Bibot memberi solusi.
" Laiyo ayuk cepetan. Tolong.... Tolong.... tolong.."