
Malam itu aku benar-benar ketakutan,Kurasakan keringat dingin yang membungkus tubuhku. Jantngku berdegup amat kencang dan tenggorokanku tercekat. Saat itu aku tak mampu berkata-kata lagi. Tak lama setelah itu, tanpa kusadari air mataku tumpah tanpa bisa kubendung lagi. Sejak saat itu, pikiranku hanya tertuju pada hanya apa yang kulihat malam itu.
Sungguh, hal itu benar-benar membuatku sadar.Semuanya berawal dari ketidaksengajaan, saat itu aku iseng membuka-buka file di computer temanku.
Ada sebuah file yang menarik minatku untuk membukanya dan ternyata file itu berisi sebuah film pendek. Mungkin untuk beberapa orang, film ini hanya dipandang sepintas lalu tapi lain halnya denganku, Bagiku film ini adalah sebuah teguran keras. Film itu menceritakan tentang seorang pemuda yang berusia kurang lebih delapan belas tahun, tidak jauh beda dengan kita, Dia punya kehidupan yang menyenangkan, punya hal-hal yang disukai dan dibenci, hingga kemudian ia meninggal karena Ia di bunuh. Tiga jam setelah dikubur, polisi membonglar kembali kuburannya untuk keperluan otopsi. Dan ternyata meyat pemuda itu sudah hitam kebiru-biruan, aku langsung meringis ngeri ketika melihatnya, benar-benar menyeramkan.
Malam itu aku sedang sendirian di kamar. Biasanya aku paling penakut untuk hal-hal seperti ini, aku ini anti film horor. Nggak bermutu cuma nakut-nakutin, melemahkan iman, pikirku. Dan yang pasti aku memang penakut. Tapi entah mengapa malm itu aku menjelma menjadi seorang yang penberani. Mataku terus menatap layar kumputer sambil sesekali menyeka hidungku yang basah karena tangis. Tiba-tiba saja terlintas dalam pikiranku bahwa nasibku tidak akan jauh berbeda dengan pemuda itu. Karena dosa yang Ia perbuat juga aku lakukan. Mukanya hancur, ranbutnya putih seperti orang yang sudah tua, hidungnya bengkok, bibirnya menghitam ada darah menggumpal dan membeku, kornea matanya hancur seperti kaca yang ditinju oleh seorang algojo. Sungguh aku tak sanggup membayangkan jika diriku yang mengalaminya.Cerita diatas hanya untuk dijadikan renungan bagi kita. Disitu dijekaskan bahwa dosa yang silakukan oleh pemuda tersebut adalah mendengarkan musik dan melalaikan shalat. Rasanya banyak dari kita yang melakukannya ??? belum lagi kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa lain yang telah kita perbuat. Walaupun tidak ada jaminan bahwa dosa tersebut yang menyebabkan ia diazab sedemikian rupa.
Berapa kelalaian acap kali membawa kerugian. Pelakuya akan mengalami kerugian moril dan meteriil, terlebih lagi dalam melalaikan kewajiban syari'at (Spiritual). Dalam kewajiban shalat Allah SWT sampai menganca,"Celakalah bagi orang-orang yang shalat,Yaitu orang-orang yang shalatnya lalai".(QS.170:4-5).Kebanyakan kita juga terlena dengan masa muda, " mumpumng masih muda seneng-seneng dulu,yang penting islam". Padahal kita tidak tahu kapan ajal datang menghampiri kita. Menyia-nyiaan waktu seolah-olah kita ini sudah dapat jaminan tiket masuk syurga, Islam juga bukan jaminan kalau bila tidak melakukan Syari'at Islam. Coba tanya pada diri kita masing-masing, berapa kali kita membaca al qu'ran, beribadah, belajar dan seterusnya??? Berapa kali film Korea yang 20 juz/episode itu kita tonton ulang??? barapa kali kita beristighfar ??? Berapa kali lagu kesukaan kita ulang dalam sehari??? Tidak sebanding bukan??? sebagai pelajar/orang terdidik terkadang kita tidak jujur pada status kita. Apa pantas kita disebut pelajar??? jika hanya membaca delapan jam seminggu,atau bahkan tidak sama sekali. Sedangkan untuk nonton, ngedate delapan jam sehari masih kurang.Kita pantas dianggap pelajar jika kita membaca minimal delapan jam sehari. Itu menurut saya, kita boleh tidak sependapat dan itu sah-sah saja. Tapi yang pasti kita harus sependapat bahwa menyia-nyiakan waktu adalah suatu hal yang amat perlu kita hindari. Seperti kut busuk yang ada di bawah bantal, kebiasaan itu akan selalu menghantui kita, jika kita tidak berusaha untuk menghentikannya.
Sebagai orang yang beriman, kita harus mampu memandang waktu-waktu kita sebagai kesempatan dan peluang "hidup". Hidup yang sebenar-benarnya hidup, Dimulai dengan niat suci, bekerja keras dijalan yang benar dan bersabar disaat gagal. Wallahu a'lam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar