Selasa, 14 Juli 2009

Kaka Slank or Kaka Selecao ( Bagian Terakhir )

( Sambungan Bagian II )


Mendung masih menyelimuti daerah kost-kostan anak mahasiswa Keputih Sukolilo, sinar matahari hanya mampu berbagi fungsi dengan awan yang sedikit menghitam, cerah tapi bermendung, Seperempat jam sudah mereka berdua ngobrol ngalur-ngidul yang tidak jelas kemana arah pembicaraannya, membuat keadaanku menjadi seorang pendengar setia radio tua yang kehabisan baterai.

"Bosan, jadi BeTe kalau begini terus" keluhku. Keadaan menghimpit dan terkesan canggung yang hanya ditemani dua gelas kopi susu dan es teh manis, disamping kanan ada sepiring gorengan tahu isi dan samping kiri sepiring ote-ote atau bakwan yang selalu berdampingan setia dengan cabe rawit, masih belum bisa menghibur rasa kekosonganku.

"Ngapain aja sih, si Cecep??? Mana es teh belum diminum lagi...!!". Gumam mulutku. "Aaaah...., Aku abisin, bayar, terus balik aja lah". Hatiku memberi saran.

Panggilan demi panggilan tertuju pada Bu Sahal yang sedang seru-serunya asyik menonton film tahun 90an Bung Haji Roma Irama yang berjudul "Gitar Tua" itu. Seakan posisi duduk Bu Sahal tidak mau diganggu sama halnya dengan sikap sepasang blesteran gadungan itu yang seolah-olah mendampratkan ke mukaku papan rambu yang bertuliskan "Don't Distrub Us... Asshole !".

Tanpa basa-basi uang sepuluh ribu langsung kukeluarkan dari saku kiri celana dan kutaruh diatas meja, bertindihan gelas kopi, dan segera ku rentangkan otot-otot kaki dan badanku dan.........." Mai...Mai...Maisaroh..., Hp-mu ketinggalan" suara perempuan setengah baya yang tidak tahu arahnya darimana membuat alisku mencuat dan menguatkan rasa keingintahuanku siapa pemilik suara itu. Dibalik rasa penasaran itu, aku tidak perduli dengan siapa orangnya tapi isi kalimat panggilan itu yang mendorongku bergegas berdiri keluar untuk menjemput kalimat itu.

"Mai...Mai...Maisaroh..., Hp-mu - Hp-mu" teriak lagi perempuan itu sambil mengacung-acungkan Hp yang ada ditangan kanannya.

Tidak semua perkataan mengandung arti kebenaran, dan memang tidak semua pernyataan identitas diri adalah kejujuran hati. Setidaknya hal tersebut kini yang tergambarkan oleh wajah perempuan yang bernama Maisaroh itu. Tertunduk simpu jiwa dan wajah maichan dibayangi perasaan malu dan malu membuat pipi gadis blesteran jepang-kebumen ini merah kekuning-kuningan karna munculnya blesteran perasaan malu dengan perasaan cemas dalam diri maichan .

"Mai..., ini loh hp-mu ketinggalan...". perempuan setengah baya itu berkata sambil menjulurkan hp yang ada ditangan kanannya. " Oh iya...hampir lupa, Tadi tuh Bapak 'e telpon, bapak gak jadi pulang kampung ke Jepara. Kuwe' ajak nang Jepara sak iki ya...k !!! imbuh perempuan setengah baya yang mendekat itu dengan logat khas kebumennya .

Kaget penasaran yang tak karuan jiwa dan raga cecep ketika tiba-tiba perempuan setengah baya itu manggil maichan dengan panggilan maisaroh. Seakan-akan ada tumpukan gundukan pertanyaan dalam benak cecep yang ingin segera ia tuntaskan dengan menanyakan sebuah identitas kebenaran pada perempuan setengah baya itu.

"Maaap, buk. Bukannya dia namanya Maichan??? Maichan Karimoto ??? dan maap, ibuk siapanya Maichan ya ???" tanya cecep dengan olah vokal yang sangat hati-hati itu.

"Maichan..??? siapa Maichan...???, oalaah...ini tuh Maisaroh keponakan ibuk bukan Maichan..., Maisaroh Karimatun nama lengkapnya". Jawab tegas perempuan setengah baya itu sambil memukul-mukul ringan pundak gadis blesteran itu.

"elluuuh...katanya namamu Maichan Karimoto, blesteran jepang – jawa??? Gimana sih???" Cecep balik bertanya kepada Maichan.

Seperti mengganggap tidak terjadinya pengakuan nama pepes kosong itu, dengan senyum sejuk dan dinginnya maichan tanpa disadari mampu merubah keadaan yang hampir mencapai suhu wedang kopi susu yang kuminum tadi.
"ehe..he.he..he, bukan. Namaku Maisaroh Karimatun...., Bapakku jepara dan ibukku Kebumen, gimana go kill kan namaku...?? Maisaroh Karimoto..., blesteran jepang-jawa". balas maichan dengan wajah diplomatis dan murah senyum yang mirip gaya seorang diplomat dagelan itu.

Perut dan rongga mulutku yang sebenarnya tidak bisa diajak kompromi lagi mempengaruhi kejiwaanku untuk melepaskan segala keinginan yang tak tertahankan itu. " Huwahahahahaha.....Lucu-lucu...cocok kalian, kalian memang cocok..???". gambaran frekwensi tawaku yang seakan-akan tidak mempercayai aksi kedua sepasang blesteran itu.

Untuk kedua kalinya sepasang blesteran dagelan itu memandangku miring seperti menganggapku sudah kehilangan jiwa dan baru di wisuda dari rumah sakit jiwa.
Aku berjalan mendekat sambil ketawa-ketawa kecil dan bilang kepada maisaroh, " Hey, emMbak..dia itu sebenarnya juga bukan orang blesteran."
Maisaroh penasaran lantas ia pun spontan bertanya " Lah, kok bisa ???"
" iya emMbak, dia itu orang sunda asli..., dan nama aslinya bukan Cecep Gorbachevp tapi Cecep Hidayat." Penjelasanku pada maisaroh.

Merah padam, kuning, ijo, biru dongker, ungu terong, panas , dingin itulah warna-warni yang setidakknya mewakili wajah Cecep yang mengaku Gorbachevp itu.

" ehe...hee..he...he, Iya mai, Namaku teh, Cecep Hidayat. Asli sunda. " balas cecep sambil garuk-garuk rambut kepala bagian belakang.

Sore cerah di daerah perkampungan kost mahasiswa di Keputih Sukolilo masih memayungi cakrawala bagian dari wilayah teritorial indonesia ini. Mendung, rindang, dan tak berhujan menghangati suasana perkenalan antar kedua blesteran dagelan dengan dicerahi canda dan tawa. Hingga akhirnya hubungan keduanya berestafet dan bersambung sampai ketelpon genggam.
Walaupun begitu mereka berdua semakin akrab dan lebih mengenal satu sama lain, terlebih-lebih nama aslinya tanpa ditambahi dan dikuranginya sedikitpun, sehingga mensyukuri pemberian nama asli dari orang tua dan lebih ke indonesia adalah hal yang paling utama dan berharga. Karna.........Kami Cinta Produk Nama Indonesia


1 komentar:

  1. "*NUMPANG PROMO, ya..
    Jangan ketinggalan update Facebook atau bingung gimana caranya.. GAMPANG! hanya dengan mengetik REG FB kirim ke 9789( khusus pengguna telkomsel yach..) Anda akan mendapatkan info2 penting tentang trik2 menggunakanfacebook(upload foto, status,dll) langsung dari hp kamu…….. Tunggu apa lagi, mari mencoba!"

    BalasHapus