Rabu, 01 Juli 2009

Kaka Slank or Kaka Selecao ( Bagian I )




Kaka adalah sang idola yang tidak bisa dielakkan lagi kepiawaian dan kemahirannya dalam segi bidang yang digelutinya. Ada dua sosok yang berbeda sebenarnya pada diri kaka ini, tapi keduanya sangat begitu berharga bagi para fans dan para idolannya, hal ini apalagi kalau bukan karna adanya pengaruh besar dalam diri kedua sang penomenal ini.

Kaka panggilannya, bukan gelar dan juga bukan nama asli. Meski sekedar sebutan atau panggilan saja (Nickname), tanpa mengurangi identitas dan melupakan jauh nama aslinya, dalam jiwa dan raga mereka sudah begitu banyak memberikan penghargaan dan popularitas masing-masing negaranya di mata dunia. Berkarya dan berrcipta demi melambungkan bendera negara diantara bendera-bendera negara dunia adalah merupakan sebuah kebanggaan putra bangsa.
Sebuah nama panggilan keren mampu memberikan penghargaan yang beken, namun ada sebuah nama asli produk import yang nyentrik tapi tidak mampu memberikan penghargaan yang ciamik.

Senandung rasa pedih dalam jiwa milanisti yang tengah ditinggalkan playmaker handal dan fenomenalnya yang juga merupakan pemain Tim Samba Brasil (The Selecao). Ketika hal itu tergambarkan oleh isi hatiku saat-saat Ase Milan dilanda krisis keuangan operasional. Seakan-akan menambah kecemasanku akan masa depan milan dengan menjual pemain fenomenal, dan bermuka transidental asal Brasil Ricardo Izecson dos Santos Leite atau biasa dikenal dengan "Kaka" ( Lahir 22 April 1982 di Brasilia ), awas ya!!!...jangan salah tashawwur (interpretasi kata) dengan "Kaka" vokalis Slank yang dilahirkan di Jakarta, 10 Maret 1974. Disamping keduanya beda umur dan TTL, keduanya juga berbeda dalam nama dan wajahnya. Kalau wajah mungkin pembaca bisa dong mengilustrasikan siapa yang paling tampan diantara kedua kaka tersebut.

Akan tetapi kalau masalah nama, diantara keduanya nama kaka sebenarnya sih sama-sama nama panggilan saja, tapi kalau sisi lebih nyentrik mana dalam kategori nama aslinya?, yang pasti itu akan mencuatkan penilaian yang subjektif, tergantung orang menyikapinya dari sudut pandang mana dan mungkin rasa nasionalisnya dapat berpengaruh juga.

Meski nama asli "Kaka" Vokalis Slank adalah Akhadi Wira Satriaji, menurut Om Bibot nama ini lebih berharga dan lebih ketara keindonesiaannya atau kalau orang menteng bilang :" Indonesia banget Gitu Louchhh…!!!". Tapi penilaian ini subjektif atau nasionalisme sih sebenarnya ?. "Enggak masalah yang penting kan Indonesia Saja."

Sebenarnya tidak manjadi soal kalau nama sebutan itu rada asing dan nyentrik, asal nama asli tetap Made in Indonesia. Enggak usah aneh-aneh yang hanya sekedar biar bisa dibilang keren aje sama orang lain atau dianggap orang post modern yang termarjinalkan kali yee.

Seperti contoh teman saya yang satu ini, asli asal-usulnya sunda. Setiapkali kalau ingin berkenalan dengan perempuan yang lebih sedikit keatas penampilan dan gaya bicaranya, dia pasti menyesuaikan segalanya dengan segala yang ada pada perempuan itu.

Pernah suatu saat aku pergi dengannya menuju Warkop Bu Sahal yang ada di depan pertigaan gang kost-kostanku. Jarak dekat antara kost dan Warkop yang mengahabiskan sekitar tiga menitan baru sampai disana, kalau ditempuh dengan jalan kaki. Waktu enak-enaknya buat nongkrong serasa meriah dan asyik dengan didukungnya keadaan cuaca yang berwarna mirip es mendung itu, membuatku tidak perlu repot-repot berminyakan rambut kelimis, berbaukan parfum paris ataupun berpakaian modis ala borjuis. Dari bawah ke atas cukup dimulai sandal jepit, celana jeans yang sudah tidak jelas warna aslinya hingga kaos oblong hitam yang bersablon depan gambar seorang reformis vokal band indonesia "Kaka Slank".

Ditubuh yang lain tak kalah menariknya kaos yang dipakai temenku itu, coba bayangin…kaos bergaris-garis tegak merah dan hitam bernomor punggung duwa puluh duwa dengan memampangkan sebuah nama pemain bola tim Selecao Brasil "Kaka".
Ya tentu dong, Milanisti itulah sebutan untuk pendukung setia tim Ac Milan dan disaat yang tidak terduga sekali kami berdua ternyata sama-sama pendukung tim asal negara Pizza tersebut. (bersambung…ke Bag II)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar