Selasa, 11 Agustus 2009

Mafia Wasit Itali Pindah ke Inggris, Cing

Kejuaraan sepakbola tertinggi inggris atau yang lebih dikenal dengan sebutan Community Shield cup yang mempertemukan juara liga primer dengan juara piala carling , kali ini agak tercoreng mukanya setelah adanya keputusan-keputusan kontroversial yang dilakukan oleh para juru pengadil lapangan yang dipimpin oleh wasit Mark Riley.

Dimana pertandingan seru yang berkesudahan 2-2 dan dilanjutkan lewat drama adu penalty ini (chealsea 4-1 Mu), sempat membuat pelatih Manchester United, sir Alex ferguson kebakaran jenggot akibat keputusan wasit yang mengesahkan gol unfair lewat sontekan Frank Lampard di menit 71, yang sebelumnya salah satu pemain manchester united, Patrice Evra dijatuhkan dengan sengaja oleh Michael Ballack.

Seperti ingin membalas perlakuan tak terpuji Maichael Ballack, patrice Evra menakling keras mantan playmaker Bayern muenchen tersebut,yang pada akhirnya membuat wasit Mark Rilley harus merogoh koceknya untuk mengeluarkan kartu kuning pada menit 80.

Sebenarnya kemenangan chealsea sudah ada pada genggaman mereka yangmana sudah unggul 2-1 terlebih dahulu lewat sundulan Riccardo Carvalho di menit 53 dan Frank Lampard menit 71, setelah tertinggal dulu 1-0 dari gol yang dicetak Luis Nani pada menit 10. namun sayang, kemenangan yang sudah ada didepan mata kali ini, musnah oleh gol kontroversial Wayne Rooney di menit 90 karna tertangkap basah oleh kamera bahwa rooney berdiri dalam keadaan offside sebelum memanfaatkan umpan gelandang veteran Ryan Giggs.

Pertandingan bergengsi ini, pada akhirnya dimenangkan oleh tim asuhan mantan pelatih Ac Milan Carlo Ancelotti lewat drama adu penalti 4-1 dengan penendang gol Frank Lampard, Ballack, Drogba, dan Salomon Kalou, sementara Giggs ( gk gol), Carrick, Evra (gk gol)

Wawancara Exclusive Klaas Jan Huntelaar


Milan - Berikut adalah deklarasi Klaas Jan Huntelaar saat diwawancarai oleh Milan Channel :

"Saya sangat senang, semuanya dalam keadaan baik, dan saya akan segera di milan. saya sangat gembira sekali bermain untuk tim ini, saya ingin bermain diposisi penyerang tengah dan saya akan berusaha mencetak gol untuk tim ( Ac milan )."

Ketika dia ditanya-tanya seputar adanya kemiripan naluri striker dengan penyerang gaek milan, Filippo Inzaghi, dia menjawab " saya tahu dia, dia merupakan pemain hebat. perjalanan karirnya dengan milan sangat mengesankan. dan tentu saja saya berbeda dengan Inzaghi karana sudah pasti setiap atlet mempunyai karakternya masing-masing".

"Saya merasakan ketenangan" lanjut huntelaar. " saya tahu sepakbola dan latihan italia itu berbeda dengan spanyol,namun saya siap, saya ingin memulai latihan dan memulai petualangan baru itu sendiri.

Dan saat huntelaar ditanya tentang pemain favorit milan, dia menjawab " pemain milan favoritku ? ya. secara umum saya kagum pada para pemain milan dan mereka semua berkualitas. Andrea Pirlo ? saya senang dia tidak jadi pergi. saya pernah melihat dia bermain di ajang piala euro 2008 dan saya memahami betapa pentingnya dia bagi tim yang ia lakoni itu. Salam hangat untuk semua Fans milan, saya sangat senang."

Kemudian, setelah kedatangannya di bandara Malpensa. didepan kamera dan mikropon dia terang-terangan menyatakan bahwa " saya baru saja tiba dan saya belum tahu programnya. namun milan yang sebagai kota dan klub adalah tempat spesial untuk kami (orang-orang belanda), saya tahu van basten sangat baik, dan milan pasti memiliki musim hebat nantinya".

Sabtu, 08 Agustus 2009

Duhai Nasib…Aku Benci Kegagalan


by : Muhammad Habibie

Pagi itu terasa berat bagiku memalingkan badan tubuhku yang terlalu mengikat kuat dengan kehangatan kasur empuk yang berada didalam ruang kamar tidur. Gundukan bantal bersarung gambar logo Ac milan yang selalu menemani kelelapan tidurku, kali ini harus basah dan banjir akibat luapan air mulutku yang tidak bisa dibendung lagi. Agak sedikit bau memang, tapi lucu dan unik sekali bentuk dan lengkungan artefak air raksa yang dihasilkan mulut naga tersebut, dimana kalau ditinjau dari segi nilai artistik bisa dianggap sebuah karya yang hampir mirip dengan karya batik Pekalongan.
" apa ini ? kok lengket." Tanyaku keheranan sambil membalikkan posisi bantal bersarung yang sekarang gambar logonya telah menjadi dua, logo ase milan dan logo air liur.


Aku terlalu letih dan lemah bila disuruh membalikkan badanku yang berlemak 65 kilogram dan berbuncit. Dimana apabila rasa capekku terasa berat, maka semakin berat pula rasa malesku mendengarkan suara deringan beker yang berasal dari HandPhone . "Alarm sialan, males aku mematikanmu" bentakku dalam hati seraya tidak menyadari kalau akulah sendiri yang memasang waktu itu sedemikian pagi.


Laksana Truk tronton terguling pulas diatas pekarangan rumput yang berada disamping jalan tol, maka susah bagi diriku menerlentangkan tubuh bongsor tanpa bantuan mobil kontraktor yang bertenaga kuda ala super sumbawa .

" Apa hajatku bangun pagi-pagi begini" pikirku sambil mengingat-ingat hari jadwal masak rumah.

Tradisi masak-memasak dengan sistem jadwal piket memang sudah menjadi kewajiban dan kebiasaan tersendiri bagi penduduk rumahku, yang lebih dikenal dengan sebutan rumah Baity kahfi . Dimana jadwal harus ditepati dan dilaksanankan sesuai harinya. Dan apabila ada yang berhalangan maka dia diharuskan untuk mencari pengganti dari teman-teman Baity kahfi lain, yang kemudian nantinya dia harus menyahur untuk memasak di hari jadwal si pengganti tersebut.

" Hari ini aku free, pingin tidur puas… sampai dapat mimpi indah bernostalgia dengan cinta pertamaku yang bergigi gingsul manis itu," imbuhku sambil membayang-bayangkan skenario nostalgia yang berlabel extra jorok dan vulgar.


Di sebagian waktu, memang terkadang terjadi dalam meng-imajinasikan sesuatu, yang darinya muncul imajinasi yang lain, dan kejadian ini sering berlaku pada sistem kinerja otak imajiner-ku. Proses semacam ini apalagi kalau bukan bukti maha besarnya anugerah akal manusia yang diberikan oleh Allah subhanallah wa ta'ala yang berfungsi menjadi pengendali serta penyeimbang kehendak atau keinginan manusia. Tapi sayang seribu sayang. Dengan begitu megahnya kekuasaan Allah yang menganugerahi kekuatan imajinasi dalam otak manusia lebih-lebih daya gedor otak dari kalangan kawula muda, seringkali mereka mengalihfungsikannya menjadi rangkaian imajinasi-imajinasi kotor, jorok dan bersifat dekonstruktif. Dan salah satu contoh pelaku utamanya adalah aku.

"ah, sudah jam berapa sekarang ?" tanyaku lemas kepada teman sekamar yang telah bangun lebih duluan. " masih jam setengah sepuluh kok, masih pagi. Lanjutin terus tidurnya…". Jawabnya.

Mendengar jam sepuluh. Mataku tidak menggubris sama sekali penyampaian data informasi yang tersambung lewat kabel-kabel urat syaraf telingaku. Otakku masih aktif bekerja dan sadar akan informasi yang tersalur tersebut, namun tidak bagi syaraf mataku yang mungkin menilai kalau informasi yang dihasilkan oleh indera telinga adalah hasil penilaian yang salah. Dan mengklaim kalau hanya penilaian yang dihasilkan oleh indera mata saja yang pantas dianggap benar.

"tidur lagi aja yuk…!". Saran syaraf mataku kepada syaraf-syaraf indera lainnya yang sedang bermusyawarah aktif dalam ruang akal sanubariku. Yang tak lama kemudian mereka juga setuju dengan saran syaraf indera mata tersebut


***

Waktu bergulir dan terus bergulir sambil membawa hanyut moment pagi dan membawa datang moment siang. Sampai tak terasa aku terlelap dalam tidur panjangku yang justru membuat badanku tidak merasakan kebugaran malah sebaliknya terasa linu-linu dan pegal-pegal.

Para syaraf-syaraf inderaku sudah berkumpul di balai pertemuan akal yangmana sempat ikut terlelap bersama ragaku sebelumnya, akantetapi mereka hanya saja belum mampu membangunkan kemajemukan tubuhku. Mungkin karna ia tadi juga ikut merasakan pegal-pegal yang tak karuan akibat tidur panjang yang tidak beralasan.

"Oii.., Natijah Ushuluddin udah turun tuh…" luapan suara salah satu teman Baity kahfi yang menembus dinding-dinding kedua telingaku .
" Beneran udah turun bang…?". Tanya salah satu teman lain kepadanya.
" iya bener. Sumpah. Ni gue barusan dateng dari kuliah." Balas mahasiswa muda yang berasal dari kota Depok .

" ya Allah, natijah…". Kataku kaget sambil melonjak dari tempat tidur setelah telingaku terdengar pembicaraan tanpa kalam izin dan permisi itu.

Natijah
atau hasil ujian Al Azhar memang sudah lama dinanti-nantikan oleh mahasiwa jurusan ushuluddin universitas Al Azhar Kairo. Setelah dimana anak-anak mahasiwa jurusan lainnya sudah dapat mengetahui terlebih dahulu akan hasil kerja usahanya sebulan penuh menempuh ujian yang begitu menguras tenaga dan waktu tersebut.

Jam dinding kamar sudah menunjukkan pukul dua siang. Bergegas aku lansung mengambil sikat gigi dan odol yang biasa aku letakkan diatas lemari es berpintu dua. Setelah dua menit kemudian aku langsung sholat dhuhur dan mengikhlaskan hati sembari menengadahkan kedua tanganku dalam berkhidmat dan bermunajat kepada Allah subhanallah wa Ta'ala.


" Ya Allah. Apabila Engkau menghendaki

Hasil usahaku dalam imtihan,

maka berilah hambamu ini kenajahan."

"dan Apabila Engkau belum menghendaki

Hasil usahaku dalam imtihan,

Maka berilah hambamu ini ketabahan".


Bercelana jeans hitam namun sedikit kusam karna baru saja kering dari jemuran, dan berpakaian kemeja biru kotak-kotak tanpa semprotan parfum. Aku melangkahkan kaki demi kaki keluar kamar menuju ke kampus Al Azhar. Dan disaat tangan kananku belum sampai memutar ganggang pintu rumah, aku menemukan sedikit cekungan kebingungan yang mengganjal dalam diriku.

" aku harus optimis dan memasrahkan semuanya pada Allah". Gumamku dalam hati sambil mengepalkan kelima jariku dalam satu gugusan tangan.

" Apabila aku najah ( lulus ) maka itu semata-mata anugerah dari Allah yang harus aku syukuri, dan apabila aku rosib ( gagal ) maka itu adalah nasib akibat dari kecerobohan dalam diriku." imbuhku

" Ce-klek…." Suara ganggang pintu yang terbuka oleh tangan kananku.
Ku langkahkan kedua kaki keluar dari pintu rumah Baity Kahfi menuju ke kampus Al Azhar, seraya berkata " Bismillahirrohmanirrohim…., duhai nasib. Sungguh aku benci kegagalan. Tolong…! Kabari aku dengan kabar baikmu."


Gamie, 07 Agustus 2009

Selasa, 04 Agustus 2009

Guyonan Hurghada ( Bagian 4 )

Acara tour Ghurgada yang pertama kalinya dalam sejarah Fismaba ,akhirnya berjalan sukses dan mengesankan pada tahun ini.
Pada suatu hari terjadi perbincangan hangat antara bibit dan bibot didalam bis, seputar kesuksesan program akhir tahunan tersebut.

Bibit : Bot, acara game-nya manteb, ide kreatifnya sapa tu?
Bibot : ah jangan bilang sapa2, itu ideku.
Bibit :oh, akomodasinya jg keren, sapa tu yg nyari...?
Bibot : jngn bilang sapa2, itu aku juga yg nyari...
Bibit : wah, klo transportasi...?
bibot : jngan bilang2 sapa2, itu aku juga yg mengkoordinasi...
Bibit : oh iya bot, masalah konsumsinya kemaren juga mantab banget bro. tapi sayang bot ???...
Bibot : Ellow kenapa ??? tanya bibot sambil mengerutkan keningnya
Bibit : gak jelas pokoknya. masa' daging rendang, banyak yg diselipin di kardus aqua trus gak dibagi rata. ngomong2 itu bagiannya sapa sih ?
Bibot : Wah jangan bilang sapa2 ya, klo itu bagian aku hehehe
Bibit :we'ikss @#$%&*

Minggu, 02 Agustus 2009

Guyonan Hurghada ( Bagian 3 )

Lagi enak-enak bermain air di pinggir pantai ghurgada, cak Bibot dikejutkan oleh suara teriakan minta tolong.
Tanpa pikir panjang cak Bibot, langsung nyebur "byuuur.."

Ternyata yg minta tolong adalah dek Jaka yg lagi berjuang.
"Loh sampeyan toh cak Bot..?!..Hupp hupp..."
Tnya Jaka yg lagi megap-megap berenang sebisanya.
"Iyo Jak..." Kta cak bibot singkat.
"Loh bukannya peyan gk ahli renang, bhkan kmren smpet juga mau tenggelem? "tanya Jaka panik bukannya malah tenang.
"Lah aku reflek, spontan denger jeritanmu, hupp hulpp.." kata Cak bibot mulai megap-megap.
"Laiyo piye sih peyan iki cak. Yo wes mana pelampungnya? " Kata Jaka makin kesel plus panik.
"laiku masalahnya, pelampungnya lupa, ketinggalan" Jawab Cak Bibot sambil mulutnya keminum air laut.
"waduhh, terus gimana nasib kita cak Bot?" tnya Jaka lagi.
"Yo wess, kita teriak bareng-bareng wae yoo..." Kata ck Bibot memberi solusi.
" Laiyo ayuk cepetan. Tolong.... Tolong.... tolong.."

Jumat, 31 Juli 2009

Guyonan Hurghada ( Bagian 2 )

Cak Bulbas yang lupa membawa pasport sewaktu rihlah bareng bersama Fismaba melihat ke arah Bibot yang sedang asyiknya latihan berenang di pantai Hurghada, Mesir.


Cak Bul : "Ngapain kamu bot...??? kok Cepak-cepek-cepak-cepek mirip bebek aja kamu..." tanya cak bul sambil memandangi tingkah bibot yang aneh.

Bibot : ini cak...., lagi belajar renang," jawab Bibot. "oh iya Cak, pean bisa renang enggak ???" imbuh Bibot

Cak bul : "bisa-bisa....aku bahkan bisa teorinya." jawab tegas cak bul sambil menyeburkan dirinya di tepi laut samping Bibot.

"Sini Aku ajarin...". tambah cak bulbas.


Setelah sepuluh menitan cak bulbas menjelaskan teori berenang dan macam2 gayanya selayak guru kungfu mengajarkan jurus2 silat pada muridnya. Sampai akhirnya Cak bulbas ngajak Bibot untuk mempraktekkannya dengan berenang bareng dari ujung ke ujung pesisir pantai.


Cak bul :"biar kamu gk tenggelem....kamu pake' aja jaket pelampung. klo a:ku gak usah laaah....masak tutor pake' pelampung sih". kata cak bulbas dengan nada tegas dan penuh keyakinan itu.

Cak Bul : siap bot......??? satu, dua, tiga....ayo !!!!"


Dengan semangat 45, mereka berdua menggayungkan tangan kanan kirinya satu persatu, pada akhirnya Bibot mendengar suara "blukutuk-blukutuk"yang datang dibelakangnya, dan terlihat jelas sekali lambaian kedua tangan Cak bulbas yang mirip sedang memanggil-manggil orang.

Dan bergegas Bibot langsung menarik tangan cak bulbas yang hampir tak terlihat lagi kepalanya oleh permukaan air laut.

Bibot :"cak bul ngapain tadi sampean itu...." tanya bibot sambil ketawa ketiwi

Cak bul :"Goblok....lapo enggak mbok cekeli awakku mau....??? aku hampir tenggelam tadi, TTAAuu". balas cak bul sambil cengengesan.

Bibot : Elloh...pean bukannya bisa berenang ??? gimana Sih??""

Cak Bul : Jadi begini, tadi tuh Teori gaya pertama-kedua aku ingat.....,lah pas teori gaya ketiga penyakitku kumat, aku lupa-lupa ingat,,, dan terpaksa aku amalin jurus gaya terakhirku yang belum aku ajarkan ke kamu.

Bibot : jurus gaya terakhir ??? Gaya apa cak ???" tanya bibot keheranan

Cak bul : Gaya minta tolong

Bibot : Hmmm.....uAsyem kecut

Ibu menunggu anak pulang

Ibu menunggu anak pulang


Ibu,
Apa kabar ibu dirumah ?
Sedang apa ibu sekarang disana ?
Masihkah ibu berdiri didepan beranda rumah ?
Menanti dan menanti sang anak pulang ke pangkuan
Lelahkah Ibu menunggu kedatangan anakmu
Terasa linu kah Kaki Ibu berdiri menyambut kepulangan buah hatimu

Ambillah kursi di beranda rumah itu, Ibu
Duduklah...dan bersabarlah.....
Jangan buat diri Ibu sakit karena anak bandel-mu ini
Bertahanlah dan mendekatlah pada Sang pengatur,
Agar segera tiba waktu dan moment kerinduan kita

Ibu,
Ribuan kata maaf sudah mengganjal kedua bibirku
Untaian kata terima kasih siap aku luncurkan
Ekspresi salam sungkem telah aku rencanakan
Tidak pernah aku merasakan kerinduan yang sangat seperti ini
Ibu bisa merasakannya kan disana ?

Ibu,
Semoga ibu dalam kesehatan,
Senantiasa dalam asuhan Sang pencipta kesehatan

Ikhlaskan keadaan demi mendoakan anak
luhurkan keimanan demi kebaikan anak
Jangan berhenti berharap, Ibu
Karna anakmu tidak berhenti
Menciumi kaki surgamu

Gamie, jum'at, 31 juli 2009

Minggu, 26 Juli 2009

Guyonan Hurghada ( Bagian 1 )


Pada suatu hari di tepi pantai giftun Hurghada, Cak bul dan Cak munir lg duduk-duduk enak sambil menikmati udara pantai.

Cak Munir : Gak Berenang Cak Bul....Anak2 Kan Berenang semua masak pean enggak sih. sayang2 lho jauh2 kesini gk renang ?

Cak Bul : Enggak nir...Males Aku, takut Angus...maklum kulit sensitif....hehehe.

Cak Munir : Ya udah Cak Bul, pean jaga Barang2 ya...Aku Mau Nyebur.

Cak Bul : Oke Pak Ketua....Rebes...eh Beres....

Setelah 15 menit kemudian ditengah asyiknya Cak munir berenang bareng ma teman2 dipantai. Tiba-tiba ada suara " Byuuuuurrrrrr" mendekat arak cak munir.

Cak Munir : Ellohhh...cak Bul Katanya gk mau Nyebur. Gmn Sih ???

Cak Bul : Ssssssttt.... Jangan rame2 Aku kebelet kencing. aku nyari2 gk da Hamam disekitar sini, ya aku nyebur aja.

Cak Munir : Jadi Ngompol Nih ???

Cak Bul : #$%%^-^&#%%


Gamie, 23 Juli 2009
Muhammad Habibie

Sya'ban Month...!




Sya'ban Month...! ( Syahru Sha'ban)
By : Dr. Ibrahim Al-Assil

Sya'ban occurs between Rajab and Ramadhan, as it prepares the Muslim people for Ramadhan.

The Muslim should prepare themselves for Ramadhan byfasting some days in Sya'ban in order to get them ready for benevolence, mercy, patience, tolerance, good will, self-control, order and other virtues for which fasting was legislated.

The Prophet ( May the blessings and peace of Allah be upon him) used to invocate Allah at the beginning of Sya'ban saying, " O Allah, make the months of Rajab and Sya'ban blessed for us and let us reach the month of Ramadhan."

The Mother of The Believers, Aishah ( may Allah be pleased with her) said that she heard the Prophet ( May the blessings and peace of Allah be upon him), I saying " Allah opens the doors of good in four nights : the night of Adha, Al fitr, the night of the midle of Sya'ban and that of Arafat till the call of prayer." Also, it was narrated that the Prophet ( May the blessings and peace of Allah be upon him ) said, " If Sya'ban begins, purify your souls and better your will.

The Prophet ( May the blessings and peace of Allah be upon him ) gave importance to Sya'ban in a special way , as Aishah , the Mother of The believers said, " The Prophet never fasted any month wholly except Ramadhan and he did not fast in any month more than he did in Sya'ban."
Osama ibn Zaid (may Allah be pleased with them ) said " I said O prophet of Allah. I don't see you fasting in any other month like you fast in Sya'ban : He said, " That is a month to which people don't pay attention , between Rajab and Ramadhan, and it is a month in which deeds are elevated to the Lord of the worlds. I like for may deeds to be elevated when i am fasting".

This month has a unique attribute: the deeds are elevated to Allah, Glory be to Him. Thus, it is preferableto fast much in it, as Allah did not create the worl in vain, but He created it to worship Him.

Also, Allah subjected everything in heaveans and earth for the human being , and demanded him ti worship Him alone and to employ all of His graces to carry out the imposed matters and to avoid the forbidden maters.
This is due to the fact tht all the people will be accounted for their deeds and everything they do is written in their book.

ووجدوا ما عملوا حاضرا ولا يظلم ربك احدا

{ They will find all that they did, pleaced before them, and not one will thy Lord treat with injustice.} Al-Kahf ( the Cave) : 49.

As for the virtue of the night of the middle of Sya'ban , Ad-Darqutny and Ibn Shahin narrated by the attribution of Hassan Ibn Ali- may Allah honor him- that the Prophet (May the blessings and peace of Allah be upon him ) said, " When the night of the middle of Sya'ban comes, pray at night and fast in the morning, as Allah descends to the lowest heaven saying." Is there any one asking for forgiveness to be forgiven ? Is there anyone asking for live lihood ? Is there any afflicted person asking for removing affliction? And so on, till dawn.

At-Tabrany narrated about Mu'az Ibn Jabal," Allah looks at His worshippers at the night of the middle of Sya'ban to forgive all of His creatures except a disbeliver or a quarreler, "and in another narration, " or a self killer". At-termezy narrated in " An-nawader", along with At-Tabrany and Ibn Shahin being assure by the Mother of the Believers, Aishah (may Allah be pleased with her ), " this is the night of the middle of Sya'ban in which Allah forgives the people asking for forgiveness and mercy, while he delays the spiteful people for their spite.
There are many Hadiths around this meaning to reveal that the Muslim should invocate Allah at this night.

There are many Hadiths concerning this meaning and denoting the commemoration of this night due to the acceptance of invocations in it, and that worhipping is preferable in it.

Al-Abyhaqy narrated in along Hadith about Aishah (may Allah be pleased with her ) saying," The Prophet (May the blessings and peace of Allah be upon him ) said that Jibril came to me and said , "this isthe night of the middle of Sya'ban and Allah forgives people as many as the number of the hair of cattle of Bany Kalb"a big tribe".

Allah does not look at a disbeliever, a quarreler, a person undutiful to his parents and a wine addict. She said that he kneeled for along time and heard him sayig," Lord save ne with Your mercy from Your Punishment, save me with Your satidfaction fromYour discontent, save me from You and I can not praise You as much as You do." When he woke up , I told him this invocation , and he told her learn them well and to infirm the Muslins ot them, as Jiblir informed the Prophet (May the blessings and peace of Allah be upon him ) of Them , ordering him to say at kneeling.
In this Hadith, we can find acknowledgment of the virtue of this night as well as instruction to worshipping and selecting the best invocations to guide oneself and others.

In any case , worshipping in Sya'ban in general and at this night in particular is a subkine behavior in bringing up habits and elevating the soul to glory and perfection by passing through a wider field in Ramadhan.
If the Muslim gets behaved in that way as Anas ( may Allah be pleased with him ). Said If Sya'ban comes, they fasted some of it , recited some surahs of the holy qur'an and gave alms to the poor and needy in Ramadhan.
The incident that gave the night of the middle of Sya'ban historical significance is that Allah changed the Qibla from Jerussalem to The Ka'ba in its morning.

This transfer represents general ecamination for all of people especially the Muslims.
Allah tests the strength of the Muslims'beliep from one time to another. The Prophet ( May the blessings and peace of Allah be upon him) liked to dirrect himself to the Ka'ba and told Jibril ," I wish that Allah changes my Qibla from that of the Jews, and he told him," I am a mere Bondsman, invocate Allah to do this for you.
Then, he returned this face towards heavean and asked Allah for this demand till Allah sent down His verses.

قد نرى تقلب وجهك في السماء, فلنوتبنك قبلة ترضاها, فول وجهك شطر المسجد الحرام

{Verily, We have seen the turning of your face towards the heaven. Surly, We shall turn you to a Qibla ( prayer direction) that shall please you, so turn your face in the diection of Al-Masjid al-Haram} (Al Baqarah –The Cow : 144)

It was mentioned that while the prophet (May the blessings and peace of Allah be upon him )was praying Az-Zuhr prayer in Bani Salama Mosqou direcitinf himself to the Furthest Mosqou, the following verse was sent down to him:

وحيث ما كنتم فولوا وجوهكم شطره

{and wherever you people are turn your face in that direction.} ( Al-Baqarah –The Cow: 144)

The Prophet (May the blessings and peace of Allah be upon him ) prayed the first two prostrations at the direction of the Furthest Mosque , and directed himself in the last two prestrations to the Inviolable Mosque.
Thus, this mosque is called the mosque of the two Qiblas and is visited by the people coming to Medina.

Then, Allah's Messengger( May the blessings and peace of Allah be upon him ) stayed there till Al-Azhr prayer directing himself to the Qa'ba emphasizing this rule, strengthening the Muslims and preparing them for facing the enemies of Islam .



Posted by Al Azhar MAGAZINE. Sya'ban, 1430 A.H – Aug., 2009 VOL. 82 Part VIII

Virus H1N1 tidak menghambat pelaksanaan haji


Virus H1N1 tidak menghambat ibadah haji



Tiga hari yang lalu, tepat pada tanggal 23 Juli 2009 telah diselenggarakan konferensi pertemuan badan urusan kesehatan internasional dikantor cabang WHO Kairo, Mesir. Konferensi yang dihadiri oleh Menteri kesehatan dari Mesir, Saudi arabia, Yordania, Yaman dan Bahrain ini, khusus menangani masalah virus H1N1 ( wabah flu babi ) pada musim umroh dan haji .


Pada konferensi ini, menetapkan bahwa tidak adanya penghapusan atau penundaan waktu untuk musim umroh dan haji pada tahun ini.


Disamping itu, konferensi ini juga memutuskan untuk dikecualikannya para jamaah umroh dan haji yang usianya sudah lanjut diatas 65 tahun, dan anak-anak yang berusia kurang dari 12 tahun, dan orang-orang yang terkena penyakit kronis seperti asma, diabetes, jantung, liver, ginjal, penyakit kegemukan yang berlebihan, wanita-wanita hamil, dan yang terakhir orang-orang yang mempunyai penyakit yang berhubungan dengan metabolisme pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini.


Pada pertemuan kali ini juga menetapkan pembentukan komite teknis regional yang terdiri dari para tim ahli dari negara-negara wilayah terdekat, guna mendeteksi akan perkembangan virus H1N1, selain untuk membangun jaringan di daerah-daerah, demi menjaga adanya serangan penyebaran virus yang tak terduga .


Dr. Hatem Al-Gabalie, menteri kesehatan Mesir, akan membuka beberapa klinik Mesir di Mekkah dan Madinah untuk memberikan pelayanan perawatan bagi para jamaah umroh dan haji, yang Insya Allah akan dimulai pada awal bulan depan sampai berakhirnya musim haji.

Beliau juga menegaskan bahwa demi menunjang kelancaran semua ini, kementrian kesehatan Mesir akan mengalokasikan dana sebesar 10 juta pounds, hal ini diindikasikan bahwa akan dilaksanakannya sejumlah tes kesehatan yang langsung dibawah pengawasan departemen kesehatan mesir di markas-markas khusus bagi para calon jamaah haji.


Diterjemahkan dari www.ahram.org.eg - index tanggal 23-Juli 2009

Gamie, 26 Juli 2008

Kamis, 16 Juli 2009

Lagi, kasus flu babi di Mesir

Dr. Abdur Ar rahman Syahin, juru bicara departemen kesehatan Republik Arab Mesir Menerangkan bahwa ditemukannya 6 kasus baru yang terjangkit virus flu babi sehingga membuat semakin meningkatnya jumlah korban virus yang juga disebut dengan virus h1n1 ini menjadi 108 orang. dengan rincian 84 korban yang sudah dinyatakan sembuh dan 24 yang lainnya masih dirawat di rumahsakit untuk mendapatkan pengobatan secara intensif.
lebih jelasnya 6 korban baru ini adalah seorang mahasiswa, pegawai dan anak kecil yang ketiga-tiganya berkebangsaan inggris, kemudian seorang lagi warga mesir dan 2 orang lainnya berasal propinsi Miniya mesir.telah disinyalir bahwa para keenam korban ini sudah diberikan sejumlah dosis pengobatan yang cukup sehingga keadaan mereka sudah kembali stabil lagi.
Beliau menambahkan bahwa sudah dilakukan penelitian terhadap 51 kasus yang diduga adalah reaksi virus flu babi dan 24 keadaan lainnya diproyeksikan terinfeksi oleh virus flu burung dan semuanya negatif.

Selasa, 14 Juli 2009

Kaka Slank or Kaka Selecao ( Bagian Terakhir )

( Sambungan Bagian II )


Mendung masih menyelimuti daerah kost-kostan anak mahasiswa Keputih Sukolilo, sinar matahari hanya mampu berbagi fungsi dengan awan yang sedikit menghitam, cerah tapi bermendung, Seperempat jam sudah mereka berdua ngobrol ngalur-ngidul yang tidak jelas kemana arah pembicaraannya, membuat keadaanku menjadi seorang pendengar setia radio tua yang kehabisan baterai.

"Bosan, jadi BeTe kalau begini terus" keluhku. Keadaan menghimpit dan terkesan canggung yang hanya ditemani dua gelas kopi susu dan es teh manis, disamping kanan ada sepiring gorengan tahu isi dan samping kiri sepiring ote-ote atau bakwan yang selalu berdampingan setia dengan cabe rawit, masih belum bisa menghibur rasa kekosonganku.

"Ngapain aja sih, si Cecep??? Mana es teh belum diminum lagi...!!". Gumam mulutku. "Aaaah...., Aku abisin, bayar, terus balik aja lah". Hatiku memberi saran.

Panggilan demi panggilan tertuju pada Bu Sahal yang sedang seru-serunya asyik menonton film tahun 90an Bung Haji Roma Irama yang berjudul "Gitar Tua" itu. Seakan posisi duduk Bu Sahal tidak mau diganggu sama halnya dengan sikap sepasang blesteran gadungan itu yang seolah-olah mendampratkan ke mukaku papan rambu yang bertuliskan "Don't Distrub Us... Asshole !".

Tanpa basa-basi uang sepuluh ribu langsung kukeluarkan dari saku kiri celana dan kutaruh diatas meja, bertindihan gelas kopi, dan segera ku rentangkan otot-otot kaki dan badanku dan.........." Mai...Mai...Maisaroh..., Hp-mu ketinggalan" suara perempuan setengah baya yang tidak tahu arahnya darimana membuat alisku mencuat dan menguatkan rasa keingintahuanku siapa pemilik suara itu. Dibalik rasa penasaran itu, aku tidak perduli dengan siapa orangnya tapi isi kalimat panggilan itu yang mendorongku bergegas berdiri keluar untuk menjemput kalimat itu.

"Mai...Mai...Maisaroh..., Hp-mu - Hp-mu" teriak lagi perempuan itu sambil mengacung-acungkan Hp yang ada ditangan kanannya.

Tidak semua perkataan mengandung arti kebenaran, dan memang tidak semua pernyataan identitas diri adalah kejujuran hati. Setidaknya hal tersebut kini yang tergambarkan oleh wajah perempuan yang bernama Maisaroh itu. Tertunduk simpu jiwa dan wajah maichan dibayangi perasaan malu dan malu membuat pipi gadis blesteran jepang-kebumen ini merah kekuning-kuningan karna munculnya blesteran perasaan malu dengan perasaan cemas dalam diri maichan .

"Mai..., ini loh hp-mu ketinggalan...". perempuan setengah baya itu berkata sambil menjulurkan hp yang ada ditangan kanannya. " Oh iya...hampir lupa, Tadi tuh Bapak 'e telpon, bapak gak jadi pulang kampung ke Jepara. Kuwe' ajak nang Jepara sak iki ya...k !!! imbuh perempuan setengah baya yang mendekat itu dengan logat khas kebumennya .

Kaget penasaran yang tak karuan jiwa dan raga cecep ketika tiba-tiba perempuan setengah baya itu manggil maichan dengan panggilan maisaroh. Seakan-akan ada tumpukan gundukan pertanyaan dalam benak cecep yang ingin segera ia tuntaskan dengan menanyakan sebuah identitas kebenaran pada perempuan setengah baya itu.

"Maaap, buk. Bukannya dia namanya Maichan??? Maichan Karimoto ??? dan maap, ibuk siapanya Maichan ya ???" tanya cecep dengan olah vokal yang sangat hati-hati itu.

"Maichan..??? siapa Maichan...???, oalaah...ini tuh Maisaroh keponakan ibuk bukan Maichan..., Maisaroh Karimatun nama lengkapnya". Jawab tegas perempuan setengah baya itu sambil memukul-mukul ringan pundak gadis blesteran itu.

"elluuuh...katanya namamu Maichan Karimoto, blesteran jepang – jawa??? Gimana sih???" Cecep balik bertanya kepada Maichan.

Seperti mengganggap tidak terjadinya pengakuan nama pepes kosong itu, dengan senyum sejuk dan dinginnya maichan tanpa disadari mampu merubah keadaan yang hampir mencapai suhu wedang kopi susu yang kuminum tadi.
"ehe..he.he..he, bukan. Namaku Maisaroh Karimatun...., Bapakku jepara dan ibukku Kebumen, gimana go kill kan namaku...?? Maisaroh Karimoto..., blesteran jepang-jawa". balas maichan dengan wajah diplomatis dan murah senyum yang mirip gaya seorang diplomat dagelan itu.

Perut dan rongga mulutku yang sebenarnya tidak bisa diajak kompromi lagi mempengaruhi kejiwaanku untuk melepaskan segala keinginan yang tak tertahankan itu. " Huwahahahahaha.....Lucu-lucu...cocok kalian, kalian memang cocok..???". gambaran frekwensi tawaku yang seakan-akan tidak mempercayai aksi kedua sepasang blesteran itu.

Untuk kedua kalinya sepasang blesteran dagelan itu memandangku miring seperti menganggapku sudah kehilangan jiwa dan baru di wisuda dari rumah sakit jiwa.
Aku berjalan mendekat sambil ketawa-ketawa kecil dan bilang kepada maisaroh, " Hey, emMbak..dia itu sebenarnya juga bukan orang blesteran."
Maisaroh penasaran lantas ia pun spontan bertanya " Lah, kok bisa ???"
" iya emMbak, dia itu orang sunda asli..., dan nama aslinya bukan Cecep Gorbachevp tapi Cecep Hidayat." Penjelasanku pada maisaroh.

Merah padam, kuning, ijo, biru dongker, ungu terong, panas , dingin itulah warna-warni yang setidakknya mewakili wajah Cecep yang mengaku Gorbachevp itu.

" ehe...hee..he...he, Iya mai, Namaku teh, Cecep Hidayat. Asli sunda. " balas cecep sambil garuk-garuk rambut kepala bagian belakang.

Sore cerah di daerah perkampungan kost mahasiswa di Keputih Sukolilo masih memayungi cakrawala bagian dari wilayah teritorial indonesia ini. Mendung, rindang, dan tak berhujan menghangati suasana perkenalan antar kedua blesteran dagelan dengan dicerahi canda dan tawa. Hingga akhirnya hubungan keduanya berestafet dan bersambung sampai ketelpon genggam.
Walaupun begitu mereka berdua semakin akrab dan lebih mengenal satu sama lain, terlebih-lebih nama aslinya tanpa ditambahi dan dikuranginya sedikitpun, sehingga mensyukuri pemberian nama asli dari orang tua dan lebih ke indonesia adalah hal yang paling utama dan berharga. Karna.........Kami Cinta Produk Nama Indonesia


Syeikh Imam Mutawalli As Sya'rawi


Beliau dilahirkan pada 15 april 1911 bersamaan 12 rabiul Akhir 1328 H di Daqdus Mesir, dari kalangan keluarga petani namun kedua orangtuanya terkenal sebagai orang yang sholeh dan mulia.

Sejarah awal kehidupannya

Karna melihat dari penghasilan ayahnya sehari-hari yang hanya didapatkan dari hasil bumi pertanian, keinginan kuat untuk membantu mencarikan nafkah tambahan buat keluarga dengan mengusahakan ladang pertanian yang dimiliki ayahnya dan berusaha mengangkat status sosial keluarga adalah rencana awal beliau yang mulia dalam berkhidmat pada orang tua, namun beliau berfikir demi terwujudnya keinginan tersebut bahwa ada cara lain yang bisa membawa keluarga Imam Sy'rawie lebih mulia, lebih harum dimata masyarakat dan lebih barokah tentunya yaitu dengan belajar ilmu agama dimana akhirnya menggiring beliau untuk mendaftarkan diri di al ma'had Ad Diniyye , setelah sempat menolak untuk masuk ma'had Al Azhar di zaqaziq yang telah ditawarkan oleh kedua orangtuanya.

Disamping faktor ekonomi keluarga yang tidak mungkin membiayai Imam Sya'rawie dan demi mewujudkan tekad cita-cita beliau untuk memasuki Ma'had tersebut, maka beliau akhirnya meletakkan getah dimatanya agar menjadi buta seketika. Dan setelah itu, beliau mencari lembaga-lembaga lain yang menerima pelajar buta sehingga tidak memberatkan keluarga dalam masalah biaya karna lembaga tersebut telah memberikan harga spesial bagi murid-murid istimewa.

Beliau memerlukan bekal biaya yang banyak agar bisa mengikuti jalannya pembelajaran dan pendidikan dari satu tempat ketempat lain ,terutama biaya untuk pembayaran buku-buku agama. Sehingga pada akhirnya, ayah beliau terus tetap berusaha bekerja keras agar cita-cita anaknya dalam menuntut ilmu tidak putus ditengah jalan, ayah beliau terus mengirim uang belanja untuk kebutuhan pendidikan anak tercintanya dan tidak pernah meminta anaknya untuk berhenti dan putus sekolah dari maahad tersebut.

Kepribadian syeikh Sya'rawi dan rahasia pribadinya

Syeikh sya'rawi adalah merupakan Saiyyidul Abidin yang diberikan karunia dengan limpahan cahaya dan dapat melihat dengan cahaya Allah SWT.
Sahabat akrab beliau pernah mengintip perbuatannya diwaktu malam. Dan ternyata beliau tidak tidur dimalam itu, malah sedang asyik sujud mengabdikan diri kepada Allah SWT , beliau menghidupkan malamnya dengan berdiri ,rukuk , sujud dan membaca al qur'an sepanjang malam sehingga mencapai 70 rakaat pada shalat tahajjud beliau yang semata-mata hanya dihadiahkan kepada Allah SWT.
Sewaktu di Madinah dan Mekkah, beliau pernah berjalan tanpa menggunakan alas kaki diamana suhu derajat panas pada waktu itu benar-benar menyengat kulit dan membakar kalori disekujur tubuh, kurang lebih 50* (derajat), beliau melakukan itu bukan karna apa atau biar dipandang orang seperti apa melainkan karna hanya demi memuliakan tempat suci tersebut. Dan maha besar Allah SWT sewaktu di Masjidil Haram beliau melaksanakan tawaf tidak seperti kebanyakan orang lain yang biasanya bertawaf hanya sebanyak tujuh kali putaran.
Rasa cinta beliau terhadap Allah SWT terlalu mendalam sedalam dasar samudera, walaupun dalam keadaan panas yang amat terik beliau mampu bertawaf sampai 14, 21, bahkan 28 kali. Disuatu hari beliau pernah melarang maqam nabi Ibrahim Alaihi Salam dipindahkan dari tempatnya dengan argumen beliau bahwa maqam tersebut adalah tempat peribadatan haji dan tidak boleh diubah.

Cinta beliau kepada Ahli keluarga Nabi SAW
Beliau menyayangi anak-anak dan orang lain melebihi dari anaknya sendiri. Kecintaanya terhadap Rasulullah SAW sudah terlalu mendarah daging dalam diri Imam Sya'rawi, sehingga beliau senantiasa bertasbih dan bersalawat kepada baginda agung Nabi Muhammad Saw dan ahli baitnya.
Beliau gemar sekali tinggal berdekatan dengan kawasan Masjid Sayyidina Husain RA dan selalu senantiasa menziarahi maqam Sayyidah Nafisah , rasa besar cinta beliau ini bukan sekedar isapan jempol saja, dimana beliau membuktikannya dengan membiasakan diri untuk menghadiri majlis penyambutan Maulidur Rasul di pekarangan masjid Sayyidina Husain RA.
Imam Sya'rawi juga pernah mengarang sebuah kitab seputar sejarah mengenai ahli keluarga Nabi Muhammad SAW.

Tingkat kesufiaan beliau juga amat tinggi. Ketika beliau ditanya oleh As Sanrawi , apakah dia menjani suluk kepada Allah SWT? Beliau menjawab, "apabila kamu mengosongkan dirimu dari segala ketergantungan dan selalu menghiasinya dengan jalan Allah, maka Allah SWT akan melimpahkan karuniaNya yang maha agung untukmu. Beliau merupakan imam yang sufi dan zuhud.

Hikmah anugerah Allah

Beliau telah diberi anugerah besar oleh Allah dengan limpahan ilmu yang tinggi, ingatan yang kuat serta kepribadian yang sempurna. Sewaktu beliau bersalaman dengan Menteri Waqaf Mesir, seorang doktor berkata :" aku bimbang kalau kamu mau menyalami salaman ini, karna salaman tersebut akan menyibukkanmu dalam banyak perkara. Lalu Imam Sya'rawi membalasnya :"tenang saja"! sesungguhnya mereka (kesibukan) tidak akan menewaskan aku".

Syeikh sya'rawi juga merupakan seorang pedagang sukses nan jaya. Salah seorang anak beliau , Ahmad berkata bahwa ayahnya telah memberikan gaji khusus beliau kepada beberapa orang yang tinggal di Kairo, Tanta dan Doqdus ,lebih-lebih warga masyarakat kampung beliau sendiri.
Beliau juga menyalurkan bayaran ceramah beliau diradio-radio, televise, tulisan-tulisan pada media cetak maupun informasi hanya untuk kebaikan ummatnya. Uang 250 juta pond (sekitar 73 juta dollar) yang merupakan hadiah dari Raja Dubai telah beliau dermakan sebanyak 500.000 pond (sekitar 146.000 dollar ) kepada pelajar-pelajar Al Azhar dan selebihnya telah didermakan kepada kementerian Waqaf yang kemudian disalurkan untuk kesejahteraan para penghafal Al Alquran dinegara mesir.


Waktu meninggalnya Imam Sya'rawi
Sebelum Imam Sya'rawi meninggal dunia. Beliau merasakan rasa sakit yang perih pada dadanya yang kemudian menyebabkan beliau tidak dapat bernafas dengan baik disamping itu beliau juga mengidap penyakit tulang. Keponakan beliau yang bernama Hajah Suad menyatakan bahwa sewaktu detik-detik akhir meninggalnya Imam Sya'rawi, beliau mencoba untuk bangun dan berteriak dengan suara yang jelas sekali sehingga didengari oleh orang-orang yang berada disekelilingnya, " Selamat datang wahai Husain! Kamu telah datang sendiri menemuiku, aku gembira sekali akan kedatanganmu." Kemudian beliau melafalkan ucapan hamdallah dan selepas itu beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Jenazah beliau dimakamkan di tanah kelahiran beliau sendir yaitu Doqdus , menurut permintaan wasiat beliau sendiri sewaktu beliau masih hidup. Jenazah beliau dibawa murid-murid majlis ta'limnya, penduduk kampung serta semua pecinta beliau. Hampir sejuta orang telah mengahdiri pemakaman Imam Sya'rawi.


Kemuliaan (karamah)

Karamah merupakan suatu nikmat kemuliaan yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepada orang –orang soleh yang dikehendakiNya. Karamah adalah I'tikad yang disepakati oleh jumhur ahli Sunnah Wal Jama'ah yang tidak boleh disangkal. Menyangkal keharusan berlakunya karamah terhadap orang-orang soleh atau para wali, ditakuti akan membawa kepada kekufuran karna tidak mempercayai terhadap nas-nas Al Quran dan hadis Rasulullah SAW.

Dialam alquran sendiri telah diceritakn tentang karamah yang terjadi pada Sayyidatina Maryam . buah kurma yang jatuh dari pohonnya dimana tenpat Sayyidah maryam berteduh, sedangkan pada saat itu keadaan alam kering kerontang dan tak satupun pohon kurma yang berbuah, karna waktu itu bukan musim pohon kurma berbuah.

Karamah juga dinyatakan dalam al Quran yang terjadi pada Asif ibnu Barkhaya, menteri Nabi Sulaiman Alaihi Salam. Diamana beliau telah mendatangkan istana Ratu Balqis yang mempunyai delapan puluh kamar kehadapan Nabi Sulaiman dengan satu kerdipan mata saja. Begitu juaga diceritakan kisah Ashabul Kahfi yang ditidurkan oleh Allah selama kurang lebih 300 tahun dan setelah itu dibangunkan kembali seperti semula.

Semua perkara yang terjadi diluar kebiasaan diatas adalah merupakan peristiwa yang berlaku kepada selain golongan para nabi, dan perkara ini dinamakan dengan karamah. Yang mana hal ini menunjukkan bahwa karamah memang pasti terjadi pada manusia biasa dari kalangan orang-orang sholeh yang dipilih oleh Allah SWT. Lebih-lebih kalau karamah tersebut terjadi setelah meninggalnya seorang wali, maka karamah tersebut lebuh utama adanya, karena seorang wali yang telah meninggal dunia berada didalam keadaan suci dan bersih dari segala kotoran dunia. Oleh karna itu ada satu pendapat yang menyatakan bahwa tidak dibenarkan karamah yang dhahir semasa hidup seorang wali kalau setelah meninggalnya tidak dhahir (muncul) juga karamah yang terjadi dimasa hidupnya tersebut.

Didalam Kitab Jauharah Tauhid , syeikh Ibrahim Al Laqqoni RA menyatakan dalam matannya :
"dan telah Tsabit para wali mempunyai karamah, dan siapa yang menafikannya maka tertolaklah pendapatnya".
Sudah menjadi kebiasaan bagi seorang syeikh tariqat mendapat karamah yang dianugerahkan oleh Allah SWT yang merupakan hasil (natijah) dari amalan-amalan tariqat yang diamalkannya. Karamah yang dikaruniakan kepada seorang hamba Allah adalah untuk menunjukkan kemulian dan ketinggian kedudukan seorang manusia disisi Allah SWT.

Minggu, 05 Juli 2009

Kaka Slank or Kaka Selecao (Bagian II )










(sambungan Bagian I)

Langkahan demi langkah kami berdua meninggalkan pagar penutup pintu gerbang kost dan pas sewaktu kurang lima jangkahan kaki sampai di Warkop, tiba-tiba seorang perempuan manis berdiri didekat Warkop yang sedang menunggu angkutan umum lewat.

Mumpung suasana dan cuaca mendukung, tanpa mangap dan mingkem ditelingaku, temanku anak sunda ini langsung tancap gas nyamperin perempuan manis dengan rambut terurai tersisir rapi kebelakang hingga kebahu, sayu dan manis meski terlihat garang dan sangar yang terbukti tumbuhnya sehelai dua helai bulu kumis yang konon bisa membuat orang dewasa lemas terkapar diatas dampar.

"ehem…, emMbak kalo' nanya obeng pasti udah kuno, kalo' gitu aku nanya nama KTP emmMbak dong…??? ". Tanya anak sunda ini sambil memamerkan deretan gigi yang agak putih tapi bergidal tersebut.

Aku pun lantas terus pergi menuju Warkop Bu Sahal yang berjarak lima jangkahan kaki itu, " eh Mas Bibot, pesen opo Mas…??? Tanya Bu Sahal. " Kopi susu buk, tapi kopi sing deplokan wae yo…!" Balasku yang sedang duduk diatas dampar warung kopi. Entah tahu mengapa aku lebih suka minum kopi hasil deplokan sendiri daripada kopi pabrikan. Disamping kopi deplokan lebih menyengat bau khas dan kasiatnya dibanding kopi buatan pabrik, kopi deplokan juga mengingatkan masa kecilku yang suka sekali mengganyang kopi yang baru dideplok, dicampuri gula tanpa disedu dengan air.

" Lah terus mas Cecep mau minum opo?". Tanya Bu Sahal kepadaku. " Jang, Nginum Naon Maneh Teh..???". Teriakku. " Sssst…Jangan ganggu, Ah!". Sahutnya sambil merapikan kaos kebanggaannya itu.

"Mas Cecep jadi minum apa, mas Bibot???". Tanya lagi Bu Sahal padaku. " Ah, Udah buk, Buatin es teh perkenalan aja !. Jawabku dengan muka cengengesan.
" Yo wisss, Tak buatin Es Teh Kegatelan aja…". Sahut Bu Sahal. Terpingkal langsung aku mendengarnya.

Seakan takut dinilai nama kuno bila ia perlihatkan identitas KTPnya, maka si perempuan manis itupun dengan terpaksa mengaku kalau dirinya adalah gadis blesteran atau gadis cangkokan kali lebih humornya dari dua keturunan yang berbeda, jepang dan jawa.

" Namaku Maichan Karimoto, bapak jepang kalo' Ibuku orang Jawa asli Kebumen Masse Ya..kkk" jawab perempuan itu sambil meniru logat medok jawa Kebumen.

Seperti tidak mau kalah dengan lawan bicaranya temanku anak sunda inipun juga merencanakan siasat pemikat agar perkenalannya bisa berlangsung lama dan beralih kejenjang perteleponan dengan cara berpura-pura mengaku kalau dirinya juga anak blesteran, lebih tepatnya hubungan silang antara buah mangga dan buah nangka, eh…sorry, maksud Om Bibot hubungan silang antara orang Rusia dan orang Sunda.

" Owww…kamu blesteran Jepang ya??? Pantes…, wajahnya cakep mirip Miyabi…". Celetus anak sunda. Sedetik lewat kemudian pikirannya terperanjat kaget tanpa sadar dia keceplosan nyebutin nama artis film panas Jepang yang semalem memaksa dirinya untuk bangun ditengah malam dan pontang-panting mencari shampo buat keramas.
" uWaduh, kok Miyabi sih…? Kena tampar dah…udah..udah, tampar-tampar dah…!. Gumam anak sunda ini sambil berharap agar perempuan bernama Maichan itu tidak mengenali Miyabi dan kalaupun ia ditampar maka pipi kasarnya pun sudah siap pasang kuda-kuda menjemput paparan tangan halus Maichan .

" Ah…masak sihhh, kamu terlalu memuji deh…, biasa aja kok, jangan suka bandingin aku ma artis dong. Artis itu kan artis, pasti cantik dan seksi". Jawab Maichan yang semakin memerah warna pipinya karna merasa dipuji.

Serasa mendapat hadiah tiket liburan ke Hongkong, senangnya setengah mati ketika mendengar jawaban Maichan yang tidak tahu menahu artis cantik yang bisa membuat laki-laki tak berkedip dan keringetan itu.

" Oh iya, nama kamu siapa?" teringat pertanyaan itu dalam benak kepala maichan.
"Kenalin namaku Cecep Gorbacevp, papaku Sunda, mamaku Rusia, U can call me Gorbacevp. Nama itu pemberian dari kakekku di Rusia ". Jawab cecep dengan bahasa lugas selugas bahasa pegawai dinas yang ditanya oleh atasannya.


" Huwahahahaha….Huwahahaha…". Suara frekwensi tawaku menembus dinding-dingding daun telinga yang tidak bisa dibendung lagi.

Jarak yang tak jauh antara kedua blesteran yang tengah berdiri dan berbincang itu dengan jarak dimana aku duduk didampar panjang warung kopi Bu Sahal, membuatku leluasa mendengarkan bentuk-bentuk kalimat yang sedang mereka bicarakan sampai ke urat-urat pembicaraannya.

" Huwahahahaha…". Kuteruskan tawaku tanpa koma dan titik itu.

Disudut yang berbeda sepasang blesteran itupun saling bertatapan melihatku seakan-akan menilaiku orang yang aneh dan mirip alumni RSJ yang baru saja diwisuda.

" Ada apa toh Mas Bibot ???, kok ketawanya kenceng banget kayak nonton Srimulat aja ". Rasa heran Bu Sahal yang dituangkannya dalam bentuk pertanyaan dengan logat khas jawanya.

" Enggak kok buk, ini lo..lagi nonton sepasang pemain ketoprak jalanan ". jawabku dengan ketawa sedikit terkekeh-kekeh. " Halah mas, embuh mas…gak ngerti aku, Monggo diminum !!! ini kopi susu dan es teh srimulatnya ". Sindir Bu Sahal sambil meletakkan dua gelas diatas meja lantas pergi kedapur.

Sindiran bu sahal semakin menambah rasa geliku untuk ketawa. Semakin besar luapan tawaku semakin mirip tawa senyum yang ditunjukkan Kaka vokalis Slank di kaos depanku. (bersambung...ke Bag III)

Sabtu, 04 Juli 2009

Badiuzzaman Said Nursi


(1876-1960 M/1293-1379 H)

"Ketahuilah, bahwa kunci kekuatan kalian aca pada keikhlasan dan kebenaran. Sampai-sampai para pendukung kebathilan ingin menghimpun kekuatan mereka dalam melakukan kebathilan.Keikhlasan pada pengabdian kita dijalan inilah yang akan mengokohkan dakwah kita"

(badiuzzaman Said Nursi)



Kehidupan Intelektual Said Nursi


Said Nursi lahir pada tahun 1876 M/1293 H disebuah kampung bernama \Nurs yang terletak dibagian tenggara Turki. Kata Nurs di akhir nama beliau dinisbahkan kepada kampung kelahirannya tersebut.
Perjalanan intelektual Said Nursi sudah dimulai semanjak usianya masih dini. Beliau mendapatkan pendidikan dasar dari ulama terkenal didaerahnya. Said kecil tidak pernah mendapatkan pendidikan formal, skil dan kemampuannya terasah dari juhud belajar sendiri (otodidak) serta kegigihannya mendatangi para ulama dari satu majlis ilmu ke majlis ilmu yang lainnnya. Kecerdasan dan kegemilangan otaknya terlihat dari kecerdasan dan kemampuannya yang cepat dalam menguasai berbagai ilmu, seperti tafsir, hadis, nahwu, ilmu kalam, fiqihdan mantiq. Di usia yang masih dini, beliau mampu menghafal dan menguasai hampir sembilan puluh buku-buku penting dari berbagai disiplin ilmu. Hal ini embuat beliau terkenal di kalangan uama dan teman-teman sejawatanya.

Menurut sebagian sumber nama Badiuzzaman yng artinya "Kekaguman Zaman " diawal nama beliau adalah gelar yang diberikan orang-orang , ketika beliau mampi mengalahkan ulama terkemuka dalam beberapa majlis diskusi dan debat. Saat itu beliau masih berumur 16 tahun.
Pengalaman dan perjalanan intelektual tersebut telah mengantarkan Said Nursi menelurkan ide dan konsep pendidikan yang mengintegrasikan antara pendidikan agama dan pendidikan sekular. Beliau memeng hidup dizaman diman sains dan logika mengambil peran yang sangat penting. Saat itu beliau khawatir akan muncul ketidakseimbangan bila pendidikan agama dan sains modern tidak diintegrasikan. Mengenahi usahanya ini beliau mengatakan :" dengan cara ini, pelajar disekolah modern dapat dilindungi dari kekufuran dan pelajar disekolah modern bisa dilindungi dari sikap fanatisme".
Untuk merealisaikan cita-cita tersebut, pada tahun 1897 M/1314H.,Said Nursi berangkat menuju Istanbul. Disana beliau mendalami berbagai disiplin ilmu eksakta dan humaniora, seperti ilmu falak, kimia ,fisika, filsafat dan sejarah. Sejumlah karya penting bahkan mampu beliau lahirkan dalam beberapa disiplin ilmu tersebut. Pada tahun 1907, beliau mencoba melobi Sultan Abdul Hamid II untuk mendirikan sebuah universitas Islam di Anatolia, dengan tujuan mendakwahkan hakikat ajaran islam serta mengajarkan ilmu agma dan ilmu modern secara integral.


Pada tahun 1911M/1329 H., saat berkunjung ke Damaskus, Said Nursi berkesampatan menyampaikan khutbah dihadapan ribuan pendengar dan ratusan ulama terkenal di Masjid Umawy. Dalam khutbah tersebut beliau mengemukakan pandangan-pandangan politiknya menyikapi kondisi umat islam ketika itu. Pemikiran dan gagasan perbaikan umat yang sering dilontarkan oleh Said Nursi tidak sedikit menimbulkan sikap kontra dari orang-orang yang tidak senang dengan islam. Pada pemberontakan Maret 1909, beliau ditangkap dengan tuduhan sebagai provokator kekacauan, dan kemudian diajuakan ke pengadilan militer. Namun dengan kepiawaian dan kecerdasannya, Said Nursi dapat lolos dari hukuman gantung.


Perjuangan dan Patriotisme Said Nursi


Ketika Perang dunia I meletus pada juli 1914 saat Turki menghadapi Rusia dan Armenia, Said Nursi maju menjadi pemimpin pasukan sukarelawan di medan perang Kaukasia dan Anatolia Timur. Kesuksesan dalam medan pertempuran yang diikutinya mendapat pujian dari Panglima tertinggi tentara Turki Usmani. Di medan perang ini beliau menulis tafsirnya yang bernama Isyaratul i'jaz dalam bahasa arab. Tafsir ini beliau tulis ketika beliau menunggang kuda dibarisan pasukan dan ketika berada di kemah-kemah pertahanan tentara Turki.

Dalam sebuah pertempuran dengan Rusia,Said Nursi pernah ditangkap dan ditahan dikemah tahanan perang Kostroma di Barat Laut Rusia selama 2 tahun. Ada sebuah kejadian yang penuh hikmah ketika beliau berada di kamp tahanan tersebut. Suatu hari Jendral Nicholas Nicolavich, pimpinan tentara Rusia, mendatangi kemah kemah tahanan Said Nursi dan berjalan dihadapannya. Saat itu Said Nursi tidak bangun menghormaitinya, ketika Nicholas Nicolavich menanyakan sebab ia melakukan itu, Said Nursi menjawab: " Saya seorang ulama islam dan dihati saya ada iman. Siapa saja yang memiliki iman dihatinya lebih mulia dari orang yang tidak memilikinya, dan saya tidak boleh melakukan tindakan yang bertentangan dengan iman saya."


Sikap dan ucapan tersebut ternyata berakibat panjang, beliau diajukan kesidang mahkamah militer dan dijatuhi hukuman mati. Ketika eksekusi akan dijalankan dihadapan regu penembak, Said Nursi sempat melaksanakan shalat, Melihat sikapnya yang seperti itu, Nichoalas Nicolavich mendatangi Said Nursi. Ia meminta maaf seraya mengakui keteguhan sikap dan iman Said Nursi.


Saat meletus revolusi komunis di Rusia,Said Nursi melarikan diri dari tahanan. Setalah melalui perjalanan panjang, beliau akhirnya sampai ke Istanbul pada tahun 1918. Sesampainya disana, beliau diberi lencana kehormatan atas jasanya dalam peperangan melawan Rusia. Beliau juga ditawari jabatan kehormatan dipekerjaannya, namun tawaran itu beliau tolak. Di tahun 1922, beliau diundang oleh kerjaaan untuk datang ke Istanbul. Undangan ini awalnya juga beliau tolak, namu setelah terus didesak, akhienya beliau datang dan disambut oleh Parlemen Turki. Saat itu Said Nursi menyampaikan rasa kecewanya melihat kondisi Ankara yang tidak sama dengan apa yang beliau perkirakan. Banyak para tokoh masyarakat dan pejabat yang sudah jauh dari agama.


Kondisi perpolitakan Turki yang tidak stabil akibat Perang Dunia I, peristiwa pemberontakan dalam negeri dan terakhir jatuhnya khilafah islamiyah, membuat Said Nursi yang berjuang memperbaiki politik dan kondisi sosial umat ancap mendapat intrik-intrik politik dan fitnah. Pemikiran-pemikiran yang beliau tuangkan dalam karya terkenalnya, Risalah an-Nur menyebabkan beliau sering keluar masuk enjara dan diasingkan.

Pada tahun 1935, Said Nursi bersama 125 muridnya ditahan dan disidang di Mahkamah Pidana Eskisehir, dan kemudian dipenjara selama 11 bulan. Beliau kemudian di pindahkan ke Kastamonu, tempat diman beliau menghabiskan masa tahanan selam 7 tahun. Sebelum disidangkan di Eskisehir ini, beliau juga sempat menjalani pembuangan di Barla selama 8 tahun. Di pembuangan Barla ini beliau berhasil menyelesaikan 3 bab bukunya Risalah an-Nur . Seluruh naskah buku tersebut beliau tulis dangan tangan, dan dilakukan dengan sebunyi-sembunyi. Pada masa inilah fase kedua kehidupan Said Nursi bermula. Beliau di gelari dengan Said Jadid (Said baru). Masa ini beliau mendedikasikan hidupnya untuk menulis dan menyebarkan kebenaran islam. Neliau berkat : "Saya akan buktikan kepada dunia bahwa Al-Quran adalah matahari rohani yang tidak akan luntur dan tidak akan padam."


Setelah keluar dari Kastamonu pada tahun 1934, kembali Said Nursi disidangkan di Mahkamah Denizli dengan tuduhan menyebarkan risalah mengenai eksistensi tuhan. Kali ini beliau diasingkan ke daerah Emirdag dibawah pengawasan ketat dan ancaman. Di Emirdag ini lagi-lagi Said Nursi dengan 53 pelajarnya disidangkan di Afyon, Said Nursi mengalami ujian terberatnya. Ketika itu beliau sudah berumur 75 tahun dan menderita berbagai penyakit. Delapan tahun kemudian (tahun 1956), mahkamah memutuskan untuk membebaskan Said Nursi dan murid-muridnya.


Pemilihan umum Raya Turki yang terselenggara dengan adil pada tahun 1950, memberikan awal baru bagi kehidupan sejarah Turki. Hal ini ditandai dengan runtuhnya hegemoni Partai Republik Rakyat yang memasung kebebasan beragama. Azan kembali menggema di Langit Turki, setelah undang-undang pelarangan azan dibatalkan oleh Parlemen baru Turki. Kemenangan ini juga menjadi puncak dari kegemilangan prestasi yang ditorehkan oleh Said Nursi.

Sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 23 Maret 1960, beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Beliau pergi untuk selamanya, Setelah menempuh perjuangan yang demikian panjang, m,eneruskan risalah iskam dengan penuh pengorbanan. kemuliaan dan kemenangan mengiringi langkah terakhirnya menemui Sang Pencipta. Hasil perjuangan dan karya nya terus menyinari abad ini dan abad yang akan datang. Wallahu a'lam


Kamis, 02 Juli 2009

Singkat Filsafat antara Peradaban dan Perpecahan


Dalam perspektif kehidupan, Allah menciptakan sesuatu dari miliaran sesuatu bukanlah karna tidak ada faedah, maksud, hikmah tersembunyi dibalik layar kacanya sehingga dapat melegalkan sebuah opini bahwa penciptaan sesuatu tersebut adalah sebuah kesia-sian dan, atau sebuah opera sandiwara serial yangmana semua makhluk hidup tidak punya hak supremasi ingkar dan mbalelo dari rangkaian riwayat hidup yang sudah diskenariokan itu.

Pemahaman semacam ini tidak dapat dibenarkan, terlebih pemahaman yang kedua, kenapa? Pertanyaan saya, karna dengan begitu manusia yangmana ia adalah kholifah dan pembangun peradaban dibumi akan menggabaikan bakat, kapabilitas, dan kekuatan akal yang sangat istimewa dari makhluk lain tersebut. Bagaimana tidak? Karna manusia dalam koridor pemahaman tersebut, akan menumbuhkan sebuah pemikiran fundamental yang menggerakkan untuk tidak beraksi, beaktifitas dan berusaha dalam membangun nasib kehidupan dan peradaban bangsanya untuk semakin maju, bermasadepan dan berpendidikan.
Semuanya diserahkan tanpa usaha apapun pada Allah dengan dalih takdir dan ketentuan sudah dicatat dibuku besar ketuhanan yang tidak bisa diotak-atik lagi. Manusia tinggal menunggu nasib saja.

Kalau memang demikian, dimana letak fungsi akal? Untuk apa tuhan menciptakannya? Bukankah itu sebuah hal yang sia-sia?

Sebenarnya penciptaan akal manusia adalah bukan sebuah pajangan atau sekedar hiasan, melainkan sebagai sarana kita untuk mengenal Allah sang Pencipta Alam dimana mengetahui Allah lebih didulukan sebelum mengimaninya. Disamping itu ia juga sarana untuk mencapai kemajuan dan perkembangan pembangunan dan industri kebudayaan yangmana kemajuan dan perkembangan adalah nikmat Allah yang tidak bisa diabaikan, dan bagaimana kita bisa syukur kalau kita ternyata kufur?.

Akal manusia sudah terlalu lama tidur dari kenyenyakan dan keenakannya. Ayat-ayat kalam tuhan sudah berkali-kali mengingatkan dan menganjurkan, bahkan utusannya yang berjenis manusiapun (nabi) sudah mencontohkan dan menyatakan, maka dari itu, tidak lazim kalau manusia lari dari kemajuan dan jalan ditempat diatas kemunduran.

Berfilsafat sangat berkenaan sekali dengan berfikir, dan berfikir bertautan sekali dengan akal, dan akal hanya ada pada manusia. Maka, apabila manusia berakal berfikir maka dia berfilsafat, dan apabila dia berfilsafat maka dia tidak menyia-nyiakan rahmat dan pemberian Allah, dan apabila dia tidak menyia-nyiakan pemberian Allah maka dia bersyukur, dan apabila dia bersyukur maka dia bukanlah orang yang kufur.
Namun, apakah semua hal di dunia ini tanpa ada batasan dan undang-undang?, dan jawabannya tidak, karna semua itu ada batasan dan aturannya yang bersumber dari Allah Subhanallah wa ta'ala. Bagaimana kita bisa bebas berkuasa kalau kita sendiri berada dalam kekuasaan-Nya. Bagaimana kita bisa sombong kesana-kemari kalau kita sendiri berada dalam kesombongan-Nya.

Oleh karna itu apabila ada orang berkata bahwa islam mengalami kemunduran dan perpecahan umat, akibat dari penerjemahan filsafat-filsafat yunani kedalam bahasa arab yang digerakkan oleh sebagian Kholifah-kholifah Daulah Umayyah dan Daulah Abbasiyah, Om Bibot menegaskan disini bahwa perpecahan islam bukan disebabkan oleh adanya gerakan penterjemahan filsafat-filsafat yunani kedalam bahasa arab, namun perpecahan itu sudah terjadi ketika terbunuhnya kholifah Usman RA dan masalah pokoknya awet sampai sekarang yaitu perebutan Khilafah, Imamah atau apalah, dan sejak peristiwa itu muslimin pecah menjadi beberapa sekte dan aliran fanatik buta, bahkan bisa dibilang paling buta dimana tidak munculnya pemikiran-pemikiran baru dari segi keintelektualan dan keilmuan.

Dari sisi yang lain, menurut catatan Sejarawan muslim Ibn Kholdun dalam kitab Mukaddimahnya mengatakan bahwa dulu, bangsa arab adalah bangsa yang paling jauh dari peradaban pembangunan sehingga konotasinya adalah orang arab berbudaya badui yang mengaku kaya akan pahala tapi sedikit bermaslahah, dan lebih tinggi hirarki keukhrawiyannya tapi paling bawah tingkat primitifnya. Sehingga mereka berfatwa bahwa ibadah menurut ketentuan-ketentuan fikih adalah paling utama dan bukan kimia yang menurut ketentuan-ketentuan rumus ilmiyah. Fatwa ini tidak lain adalah merupakan kemunafikan belaka karna mereka ikut menikmati pengaruh-pengaruh dari produk-produk filsafat manusia ini baik demi menunjang kebutuhan sehari-hari atau demi menopang politik sekte mereka masing-masing.

Membangun peradaban dari keprimitifan adalah sebuah keharusan bagi setiap manusianya. Dan demi melancarkan konstruksi peradaban tersebut, manusianya harus mempunyai ilmu arsitektur pembangunan profesional dan handal. Sehingga kesimpulannya adalah pembangunan peradaban primitif ini harus didasari oleh ilmu-ilmu pengetahuan peradaban, walaupun itu hal baru yang baik tentunya (bid ah hasanah) ataupun produk tersebut dari luar dengan menggaris bawahi akan kelayakan atau tidaknya dalam segala fungsi dari kemaslahatannya.
Dan kuncinya pada waktu itu adalah belajar filsafat sehingga segala sesuatu adalah ilmu, dan ilmu itu terus berkembang seiring perkembangan akal pikiran manusia, dan dimana ilmu itu berkembang maka ia bermaslahat pada peradaban dan kebudayaan kehidupan manusia.

Dengan perubahan zaman dan kekuasaan yang silih berganti, islam tidak mengekang dan menstagnan akal pikiran manusia bahkan membebaskannya dari ikatan taklid buta dan fanatik sempit. Berlomba-lomba membangun peradaban dan kecerdasan islam adalah perlu dan beribadah dengan keimanan dan keyakinan adalah tentu.

Kata terakhir dari pandangan Om Bibot bahwa kekayaan perbendaharaan filsafat dan ilmu pengetahuan science dan teknologi bukan hanya untuk orang yunani, persia, yahudi, nasrani, perancis, amerika, jepang atau bahkan kita sebagai muslimin saja, melainkan untuk semua manusia dari segala keperluannya dengan tanpa meninggalkan keimanan kuat dalam hati kita bahwa kebenaran manusia adalah Allah semata yang menentukannya di hari pertama maupun hari akhir, dan tiada kebenaran hakiki didunia ini melainkan kebenaran bahwa Allah itu benar-benar ada.